Jumat, 31 Desember 2010

Wishlist 2011

Wishlist saya untuk tahun 2010 sederhana saja:

Pertama, semoga saya mendapatkan pekerjaan yang paling cocok dan paling baik menurut saya, keluarga saya, dan Tuhan saya. Bosan kalau terus-terusan di rumah. Enak sih dimanja dan makanan juga berlimpah, tapi... hidup rasanya tidak boleh semudah itu ya. Doakan saja semoga saya bisa secepatnya mendapatkan pekerjaan :)

Kedua, semoga saya bisa terus menjalin hubungan yang baik dengan sahabat-sahabat saya meskipun udah berpencar kemana-mana dengan kesibukan yang berbeda-beda. Juga dengan sahabat-sahabat saya yang masih menikmati status mahasiswa tentunya.

Ketiga, semoga saya jadi nonton Super Show-nya Super Junior akhir bulan ini bersama teman-teman saya (oh iya adik saya juga mendadak ikutan ke singapur walau ngga ikut nonton konser). Jadilah sisterhood traveling: saya dan adek saya, bimbi dengan kakaknya, dan gracia dengan kembarannya. Seru nih.

(dapetinnya tiketnya bikin deg-degan tp bentuknya cuma lembaran abal-abal)

Keempat, semoga bisa menjadi orang yang lebih sabar dan lebih berempati pada orang lain. Jadi wanita yang lebih baik untuk diri sendiri, orangtua, saudara, teman-teman, dan yang paling penting, baik di mata Tuhan. AMIN.

Kelima, ke Dufan dan Bali (dua tempat yang tidak pernah saya kunjungi selama belasan tahun :p), mencoba jalur kereta ke Jawa Timur, dan ke pantai yang airnya berwarna biru kehijauan (intinya sih jalan-jalan deh).

Keenam, menurunkan berat badan.. 4 kg sajaaa~

Ketujuh, punya peralatan make-up yang lebih lengkap (bukan cuma bedak plus lipstik aja): foundation, blush on, eye shadow, eyeliner, mascara. Ceile.

Kedelapan, menamatkan seluruh buku yang sudah dibeli tahun lalu. Belakangan jadi kebiasaan beli doang tapi ga dibaca -_-

Kesembilan, menulis lebih dari 20 halaman

Kesepuluh, batere baru untuk Dellino. Gila aja sekarang daya tahan batere netbook saya cuma 5 menit bok!

Kesebelas, skor IELTS minimal 7

Keduabelas... mmm... ketemu jodoh?

Ketigabelas, semoga tahun 2011 ini menjadi tahun yang lebih seru dengan banyak kejadian yang berkesan. AMIN!

(pas ya bikin list-nya 13 biji... mengingatkan gw pada sesuatu deh :">)


HAPPY NEW YEAR ALL!

Rabu, 29 Desember 2010

High Risk, High Return

High risk, high return. Ibarat judi, semakin besar uang yang Anda pertaruhkan, semakin besar pula keuntungan yang bisa Anda raih.

Bersosialisasi dan menjalin hubungan emosional dengan individu lain menurut saya juga adalah salah satu contoh aktivitas high risk and high return. Mengapa? Karena saat kita mulai memberikan "emosi" pada suatu hubungan, otomatis kita telah memberikan sesuatu yang bersifat personal dalam hubungan tersebut. Ibaratnya seperti kita menginvestasikan uang kita di sebuah perusahaan... semakin besar investasi yang kita tanamkan, semakin kita memberikan perhatian pada perusahaan tersebut. Halah.

Investasi terbesar dalam sebuah hubungan menurut saya adalah kepercayaan. Kepercayaan bahwa jika kita menjadi diri sendiri, maka stakeholder lain dalam hubungan ini tetap bersedia menerima kita apa-adanya. Kepercayaan bahwa jika pun mereka sudah tahu busuk-busuknya kita, mereka akan tetap berada di sisi kita. Atau malah merubah kita jadi lebih baik. Bukan cuma sekedar baik di depan tapi di belakang malah dihina-hina. Salah investasi itu mah namanya. Karena itulah dibutuhkan portfolio investasi: ada yang low risk (berteman biasa aja, ada ngga ada dia ya sama aja) dan high risk (sobatan, pacaran, nikah--> super high risk untuk yang satu ini). Apa sih bahasa gw.

Dalam menjalin hubungan emosional yang beresiko tinggi, kita mempertaruhkan kepercayaan kita tersebut. Namun sebagai gantinya, kepercayaan itu membuat kita bisa lebih menikmati hidup. Contoh gampangnya tentang persahabatan deh. Saat lo percaya sahabat lo bisa nerima lo apa-adanya (bahkan di saat lo udah ngelakuin kesalahan fatal) dan lo bener-bener bisa menjadi diri lo sendiri, lo seneng ga sih? Secara ga langsung, lo jadi bisa menurunkan level toleransi lo terhadap orang tersebut. Prinsipnya sama kayak pake korset: saat lo longgarin si korset itu, lo bisa bernafas lebih lega kan? Itu yang saya sebut high return.

Dan tentu saja ada resiko besar di balik itu semua. Bisa aja orang yang selama ini lo anggap dekat ternyata pada kenyataannya malah nusuk lo dari belakang. Kayak lo nikah terus suami/istri lo selingkuh deh. Sakit? Pasti. Jadi inget satu nasehat yang seriiing banget saya dengar: Jangan pernah memberikan 100% kepercayaan lo sama pria. Beri batas toleransi beberapa persen supaya kalo ada apa-apa lo ga bakal gantung diri karena sakit hati. Apa boleh buat, kalau menyangkut hati masalahnya bisa lebih rumit daripada sakit fisik. High risk.

Balik lagi ke soal investasi. Karena lo ceritanya udah menginvestasikan kepercayaan lo yang merupakan aset bernilai tak terhingga ke dalam sebuah hubungan, pasti lo harus punya strategi supaya lo bisa terus untung kan? Dan salah satu cara paling efektif menurut saya adalah dengan turut serta menjaga "investasi" yang orang lain tanamkan pada kita. Jagalah kepercayaan orang lain. Jadilah partner yang baik. At least, jangan ngomongin orang-orang terdekat lo di belakang punggung mereka deh. Kalo emang ada kritik, langsung aja bilang dengan kata-kata yang dipilah-pilih supaya bikin ga sakit-sakit hati banget (unggah-ungguh penting banget sih emang)

Kalo saya sendiri sejujurnya paling ngga suka diomongin di belakang. Sakit hati deh serius karena hal tersebut melukai kepercayaan saya (walau sampai detik ini saya ngga tahu deh apa ada yang pernah ngomongin saya atau ngga). Dan karena itu juga kali yaa saya jadi orang yang agak-agak susah untuk benar-benar terbuka apa-adanya... Bisa dibilang tipe moderate risk-taker. Tapi so far untuk investasi high risk yang saya tanamkan, Alhamdulillah kebanyakan hasilnya terus untung buat saya hehe :)

Begitulah, sebenarnya saya tahu apa yang saya tulis di sini cuma ngeribetin konsep sebuah hubungan. Bah. Rebek emang lo res. Just take it simple. Memberikan kepercayaan dan membentuk hubungan emosional adalah sesuatu yang benar-benar worth to try. High risk, high return. Cenderung selalu dapet high return kalo lo bisa maintain dengan baik.

/mohon maaf kalo selama ini ternyata saya belum bisa memberikan high return pada orang lain... namun semoga saya yang sok-sokan nulis ribet gini bisa selalu belajar menjadi partner yang terpercaya, AMIN/

Senin, 27 Desember 2010

It's all started from your stomach~

ZodiacFacts Nothing works better for catching a than food

Jadi inget sama cerita ibu saya tadi malam tentang kisah romansa masa muda beliau dengan bapak saya. Haha.

Ibu-bapak saya dulu pacaran selama kurang-lebih 7 tahun, sejak usia ibu saya 18 tahun hingga mereka menikah tahun 1983 (kayaknya sebelum wisuda ibu saya udah married deh *tersindir*). Kalo dipikir-pikir betah amat ya 7 tahun pacaran terus sekarang ditambah 27 tahun menikah. Wiih lebih dari setengah umur ketemu dia lagi, dia lagi~ (ini pendapat dari anak yang agak kurang ajar ya). Tapi saya sangat-sangat bersyukur sekali lho karena kedua orangtua saya selalu tentram-tentram saja. Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah. Semoga keluarga saya tetap tentram sentosa sampai kapan pun, AMIN :)

Dan kemarin ibu saya cerita tentang "titik balik" menuju keseriusan hubungan mereka.

Ya, sesuai judul post ini. Semua dimulai dari "makanan"

Waktu itu ibu-bapak saya sudah dekat selama setahun dan kebetulan sedang mengalami masa "cek-cok" (orang pacaran jaman dulu berantemnya cuma bisa diem-dieman aja kali yaa... kalo jaman sekarang kan bisa ngamuk-ngamuk lewat telpon, sms, atau online messenger kalo ga berani ngamuk langsung -_-).

Dan pas diem-dieman itu, bapak-ibu saya ngga sengaja ketemu di halte deket rumah pas hujan-hujan (aih aih, hujan emang nuansanya romance banget yaa). Ibu saya yang baru pulang dari sekolah (waktu itu ibu masih SMA dan bapak udah kuliah) dan kebetulan bawa payung langsung menawarkan bapak saya untuk pulang bareng karena si bapak suram-suram gitu nungguin hujan reda. Nah, pulangnya ini mampir dulu deh ke rumah ibu saya.

Saat itulah, ibu saya bilang begini (kurang-lebih) ke bapak saya: "Eh, bentar dulu yaa. Gw nyiapin makan siang dulu," --terjemahan bebas jaman sekarang :p

Nah pas nunggu ibu saya nyiapin makanan, bapak saya berikrar dalam hati: "Udah nunggu-nunggu abis keujanan gini ternyata ga beneran disiapin makanan, gw ga bakal balik lagi deh ke rumah ini" (aduh pak, ini tekad yang cukup ganjil sebenarnya -_-)

Dan setelah setengah jam menunggu, ternyata ibu saya (untungnya) beneran nyiapin makanan untuk bapak saya. Untuk ukuran jaman susah, kebetulan waktu itu pas banget di rumah ibu saya lagi lengkap 4 sehat 5 sempurna. Mereka pun makan siang berdua dengan sepenuh hati dalam kesunyian ruang makan rumah mbah saya yang banyak jejadiannya (fakta tidak penting).

Begitulah. Sejak saat itu, bapak saya bertekad untuk benar-benar serius sama ibu saya (kata ibu saya sih, si bapak masih inget tanggal kejadian waktu itu :p). Dan ibu saya juga cerita, tiap kali si bapak ngapel ke rumah, ibu saya selalu membuatkan beraneka olahan minuman dan makanan (ibu saya jago masak secara beliau anak cewek tertua di keluarga---hmm, tapi sama sekali ga berlaku buat saya sih). Dan si bapak emang lemah banget sama makanan.

Kata bapak: "Iya nih, dulu dirayunya sama makanan haha"

Kesimpulannya, kalo ibu saya ngga jago masak mungkin saya, kakak saya, adik saya ngga akan terlahir di dunia yaaa~ Dan urusan kecintaan pada makanan ini nampaknya cukup menurun pada saya. Masa dalam 4 bulan berat saya naik 5 kg gara-gara saya makan mulu (ga terlalu nyambung sih, cuma pengen nambah info aja kalo gw sekarang GENDUT... oh my poor tummy and hips are now getting bigger T_T, karma nih dulu suka ngeledek-ledekin temen saya).


And just for fun, zodiak bapak saya ini Cancer :p

Jumat, 24 Desember 2010

a little brown creature

Scene I
sedang asik berinternetan ria di ruang tamu yang banyak nyamuk, membuka-buka tumblr dan melihat postingan foto-foto lucu yang bertebaran di dashboard

Scene II
tiba-tiba merasa ada nyamuk nempel di kaki.... *tepok*

Scene III
ternyata bukan nyamuk dong tapi cacing cokelat gembul kenyel-kenyel yang gw tepok T_T

Scene IV
Geser dikit dari TKP, lanjut berinternetan

(cacing yg gw tepok kayaknya masih idup, abis tiba-tiba dia menghilang dari lokasi)

Jumat, 17 Desember 2010

My Everything

My Everything (98 Degrees)

The loneliness of nights alone
the search for strength to carry on
my every hope has seemed to die
my eyes had no more tears to cry
then like the sun shining up above
you surrounded me with your endless love
Coz all the things I couldn't see are now so clear to me


You are my everything
Nothing your love won't bring
My life is yours alone
The only love I've ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything

Now all my hopes and all my dreams
are suddenly reality
you've opened up my heart to feel
a kind of love that's truly real
a guiding light that'll never fade
there's not a thing in life that I would ever trade
for the love you give it won't let go
I hope you'll always know

You are my everything
Nothing your love won't bring
My life is yours alone
The only love I've ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything

You're the breath of life in me
the only one that sets me free
and you have made my soul complete
for all time (for all time)

You are my everything (you are my everything)
Nothing your love won't bring (nothing your love won't bring)
My life is yours alone (alone)
The only love I've ever known
Your spirit pulls me through (your spirit pulls me through)
When nothing else will do (when nothing else will do)
Every night I pray (I pray)
On bended knee (on my knee)
That you will always be
be my everything


Every night I pray
down on bended knee
that you will always be
my everything
oh my everything

One Fine Spring Day

Hmmm ya.... jadi katanya tiket super show 3 udah bisa diambil minggu depan. Tiket pesawat dan akomodasi juga udah kita bicarain. Bismillah, semoga tiada aral melintang dalam waktu dua bulan ke depan. AMIN.

Tapi tapi tapi....

Sampe detik ini ortu gw ngga tau lho gw mau nonton apaan di Singapore. Beneran. Kayaknya sih mereka cuma tau gw mau nonton entah-artis-siapa yang berasal dari Korea. Tapi mereka ga bertanya lebih lanjut bentuknya kayak gimana, lagunya yang mana, lalala. Yang jelas gw sudah dicap berselera musik aneh di rumah ini :">

Dan barusan gw baru menyabotase TV di kamar ortu gara-gara gw mau nonton siaran langsung Music Bank di KBS World TV. Ortu gw jadi terpaksa ikutan nonton, meskipun sebenernya bokap pengen nonton So You Think You Can Dance sementara nyokap protes terus pengen nonton siaran ulang Master Chef.

Komentar mereka pas ngeliat artis-artis di Music Bank:

"Apaan sih ini? Cewek-cowok ngga bisa dibedain. Ngga bagus-bagus amat juga. Biasa aja deh."

Well, tadi Super Junior nyanyi paling terakhir (Bonamana) dan ortu ga komen apa-apa sih pas Suju yang nampil. Gw juga memilih diem aja ga bilang "Ini lo mam yang gw bela-belain nonton bulan depan~" (dan pengen gw tambahin: "aww aww itu ganteng banget ya yang pake kacamata item" tapi daripada nanti dibilang kecentilan atau kelabilan gw memilih diam saja :p)

Bokap malah menambahkan "Aduh itu sampe histeris teriak-teriak gitu ya penontonnya" (dan gw yakin kalo gw nonton live nanti gw pasti juga termasuk golongan histeria). Hmm... tapi tentu saja karena ini di depan ortu, gw berusaha tampak se-cool dan se-dewasa mungkin (inget umur Res, 21 tahun.... ngga masanya lo teriak-teriak gara-gara artis ganteng. Ini masanya lo nyari suami Res, Istighfar...)


#dan sampai detik ini tetep mereka ngga tau gw mau nonton Super Junior dan gw juga ga berencana ngasih tau kecuali ditanya HAHA#

Selasa, 14 Desember 2010

7 Years of Love

j'adore, monsieur Cho!

I really love this person's voice >.<
I don't know how to explain it precisely, but he has such a deep bass voice that could melt you down~
He's one of the main vocalists of Super Junior and also part of Super Junior KRY, Super Junior M, and the new S.M. The Ballad. He was participated in some K-drama soundtracks as well (he's kinda specialist in singing ballad songs though).
Well, he is not the hottest member of Super Junior, but his voice is definitely the sexiest among others (at least in my opinion :p).

~I'm really curious to hear that voice live

songs-to-hear:
hot times, miss you (SM The Ballad), one love,
the night Chicago died,
heartquake (Super Junior KRY),
listen to you, 7 year of love, puff the magic dragon (single)
, shining star, sorry sorry answer, marry u (and other Super Junior's track~)



big belly idol Cho Kyuhyun (lmao)

credit: sj-world.net

viva les fangirls!

Kamis, 09 Desember 2010

heartquake

I believe there are million people out there feel the same as I do now

*sigh*

epic heartquake

Lir-Ilir

This is one of my favorite old traditional songs. After doing some researches a.k.a googling, I found that this song was created by Sunan Kalijaga, one of Islam spreaders in Java Island (other versions also stated that the song was written by Sunan Giri or Sunan Ampel).


Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar
Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira
Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir
Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Sun suraka surak hiyo


and this is the Indonesian translation of the song


Ayo bangun (dari tidur), tanam-tanaman sudah mulai bersemi,
demikian menghijau terlihat bagaikan pengantin baru
Wahai gembala, ambillah buah blimbing itu,
walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang telah koyak sisihkanlah
Jahit dan benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung sedang terang bulan, mumpung sedang banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo


Mmm... I'm kinda missing the gamelan sounds in Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan (PSTK) ITB :'(

Even though I'm not a good instrument player (I'm bad in synchronizing the tone), but I like to play it anyway... especially the bonang instrument. Hey, and I haven't finished my bonang lesson in "Surung Dayung" yet!

Selasa, 07 Desember 2010

when reality seems like a dream

Here my feet are still on the ground, right?

I've been experiencing an unconscious state-alike for almost 5 hours... since I woke up to the sound of SMS ringtone and found that I finally got the ticket. Yes, that ticket. Super Show 3 second day in Singapore.

I phoned the agency to make sure that we really get those tickets. Then I called Bimbi (we got frustrated during our chat session the day before). I sent a text message to Gracia (yesterday I made her stressed out in her office by sending a picture of other person's ticket).

But I (we) are so unbearably excited now.

I feel those butterflies in my stomach...

is it real? are we really going to watch Super Junior live concert??~~ oh I'm drooling now :">

I think I will be spazzing over Super Junior for the next two months :p


(Ya Allah permudahlah segalanya bagiku)

Senin, 06 Desember 2010

Sorry Sorry Answer~

Ya, jadi sekarang ceritanya udah tanggal 6 Desember 2010 nih. Harusnya hari ini adalah hari penjualan tiket pre-sale sebuah konser yang sangat ingin gw datengin (sebut saja konser Super Show 3 second day).

Oke, gw udah pesen tiketnya ke sebuah agen (sebenernya dia admin sebuah fansite tapi dia biasa nerima orderan tiket Super Show). DP udah ditransfer. Kalo tiketnya udah dapet dia bakal segera ngabarin dan gw bisa langsung ngurusin segala urusan transport dan akomodasi.


Daaannnn... gimana nih udah malem gini kok gw belom dikasih kabar sih???? T_T


Mana temen gw cerita pula kalo ada temennya yang ngantri Super Show first day dan ngga kebagian gara-gara dalam 10 menit tiketnya udah abis >.<


Aaahh... kenapa sih fangirl pada brutal semua T_T

Gw pengen banget nonton, tapi biasanya kalo ngarep banget suka ga terkabul yaaa?? Ah, jangan dooongg T_T


Nciii... dimanakah Anda? Berikanlah kami kabar beritaaa~~~


salah siapa nih di usia 21 tahun gw malah jadi fangirl T_T

Jumat, 03 Desember 2010

Hope is a Dream That Doesn't Sleep

it's a simple equation... check it out!

(money... a lot??)

PLUS

(passport and NPWP card)

IS EQUAL TO


another variables: Singapore, fangirl buddies, a trustworthy ticket agent, low cost airlines, parents, unidentified factors (but I think the most important thing is IZIN ALLAH)

&*#$@%^#"*&!!!!!


this is even harder than solving a love problem -_-?

Kamis, 25 November 2010

Alexandrite

Tuhan menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Namun di mata Tuhan, semua manusia sama. Hanya keimanan yang membedakan masing-masing manusia.

Saya sedang mencoba merenungkan paragraf di atas dengan ilmu saya yang begitu dangkal dan keimanan yang masih naik-turun (saya manusia biasa).

Menurut saya, manusia selalu memiliki kecenderungan untuk mengidentifikasikan dirinya menjadi berbeda dengan orang lain. Dan faktanya, memang tidak akan ada dua manusia yang sama persis di dunia ini sehingga setiap individu pastilah unik. Namun, karena manusia juga memiliki kecenderungan untuk berkelompok, mereka akan saling menarik dan membentuk suatu identitas kelompok.

Dengan kata lain, keinginan berkelompok membuat manusia mencari persamaan dengan manusia lain dan sekaligus mempertahankan keinginan untuk tetap ekslusif dengan tetap memiliki perbedaan dengan kelompok lain. Dan selalu ada kemungkinan di tiap kelompok ini akan terdapat sub-sub kelompok lain karena kecenderungan untuk membedakan diri tersebut.

Contohnya mungkin adalah keberadaan negara. Kita memiliki identitas sebagai warga negara Indonesia yang disatukan oleh latar belakang historis (dan juga oleh faktor-faktor lainnya, tapi saya rasa sejarah memiliki point terkuat). Namun, di dalam negara ini, terdapat "kelompok-kelompok" lain yang lebih kecil yang terbentuk karena persamaan identitas atau kepentingan yang lebih spesifik. Kelompok berdasarkan suku, pandangan politik, latar belakang, dan lain-lain... dan di dalam sub-kelompok ini selalu dapat terbentuk sub-kelompok (ibaratkan seperti pohon dengan dahan dan ranting-rantingnya)

Dan kadang, kecenderungan untuk membedakan diri inilah yang memicu pertengkaran dan bahkan peperangan.

Padahal katanya nenek moyang kita sama. Padahal katanya kita semua sebenarnya bersaudara. Padahal Tuhan menciptakan manusia untuk menjadi kafilah di muka bumi bukan? Dan saya selalu mengidentifikasikan muka bumi ini sebagai seluruh dunia.. dari barat hingga timur, dari utara hingga selatan. Bumi ini adalah tanah seluruh umat manusia, lalu mengapa manusia memberikan batasan? Mengapa saya tidak bisa meng-klaim (misalnya) Kenya juga adalah tanah saya?

Memang, saya sebagai manusia juga tidak akan pernah cukup dengan satu identitas: "keturunan nabi Adam".

Tapi saya yakin Tuhan tidak menciptakan manusia berbeda-beda agar mereka berperang.

Bukankah, kita berbeda-beda agar saling dapat kenal-mengenal dan saling mengisi?

Klise.

Manusia senang merasa berbeda dengan yang lain. Dan manusia senang berkompetisi dan merasa lebih superior dibanding yang lain.

Get real. perdamaian dunia itu 99.99% tidak akan pernah terjadi.


(ditulis dengan setengah mengawang-ngawang)

Senin, 22 November 2010

Drabble Stories

1. Short Message Service (SMS)

My sister (Annisa)
Temen seangkatan gw tahun depan ada yang mau nikah lho. Padahal lebih muda dia beberapa bulan dari gw. Lo kapan?

Saya (Arres)
Pertanyaan macam apa itu -_-


2. Shark Water (Rob Stewart-National Geographic Channel)

"People love to create monster, people love to hate"

Saya selalu berpendapat bahwa hiu adalah binatang buas. Tiap kali ke pantai dan berenang agak ke tengah, pasti langsung kepikiran 'ih nanti kalo ada hiu gimana'. Seakan-akan hiu ngga ada kerjaan lain selain nungguin manusia untuk dimangsa (we are that delicious, huh?). Well, thanks to Stephen Spielberg and his "Jaws".

Faktanya, setiap tahun rata-rata hanya ada 5 manusia yang tewas akibat serangan hiu (sementara gajah membunuh 100 manusia per tahun). Itu pun yang tewas adalah karena kehabisan darah, bukannya karena dicabik-cabik lalu ditelan. Menurut si pembawa acara, sebenarnya hiu bukanlah binatang yang ganas. Mereka hanyalah binatang berpendengaran hyper-sensitive yang dapat mengetahui apakah manusia di sekitar mereka sedang ketakutan atau tidak. Banyak kok penyelam yang tetap selamat menyelam bersama hiu (bayangkan Anda berlari bersama singa, apakah Anda tetap akan kembali dengan utuh?).

Dan kebalikannya, setiap tahun manusia membunuh sekitar 100 juta hiu hanya untuk sirip-nya saja (oke, bayangin kita manusia dibunuh untuk diambil telinganya saja). Setelah siripnya diambil, si hiu akan dibuang kembali ke laut dan mati perlahan-lahan karena kehabisan darah dan tidak dapat berenang.

Bagian yang paling menyedihkan untuk saya adalah tentang perlindungan terhadap ikan hiu ini. Karena stigma ikan hiu yang sudah terlanjur sangat buruk di mata masyarakat, hampir tidak ada peraturan yang jelas tentang perlindungan terhadap jenis ikan ini. Masyarakat menganggap hiu adalah monster dan ya, mereka pantas dilenyapkan. Padahal di dalam laut, hiu memegang posisi puncak dalam ekosistem sehingga jika mereka punah, maka keseimbangan ekosistem laut akan sangat terganggu.

Program Shark Water ini lalu ditutup dengan narasi ini:

Pada dasarnya, manusialah yang memegang kekuasaan tertinggi di muka bumi. Mereka yang memutuskan apa yang harus dipertahankan dan apa yang harus dilenyapkan. *sigh*


3. SM The Ballad vol.1

Grup baru dari SM Entertainment (agency-nya Super Junior, SNSD, Shinee, dll) yang terdiri dari Kyuhyun (main vocal Super Junior), Jonghyun (main vocal Shinee), Jay (main vocal TRAX), dan seorang penyanyi pendatang baru bernama Jino. Bisa dibilang ini adalah salah satu cara lain SM memperbudak artis-artisnya demi mendulang keuntungan dari para fans-fans labil mereka di seluruh dunia (saya ngga termasuk karena ga pernah beli album original mereka).

Yah tapi sejujurnya saya berekspektasi tinggi terhadap grup baru ini. Pertama, ada Kyuhyun di sana (awww :">) dan kedua, secara mereka semua adalah main vocal di grup masing-masing (kecuali Jino, karena baru debut mana saya tahu suaranya kayak gimana), pasti secara kualitas suara mereka tak perlu diragukan.

Dan betul kan, pas teaser salah satu lagu mereka diluncurkan kemarin, saya langsung sukaaa bangettt. Judulnya Hot Times (kenapa ya agak terkesan vulgar?) dan meski judulnya The Ballad, tapi lagu ini cukup groovy kok. Aduh suka banget~ Ngga sabar nunggu album ini dirilis penuh :D


4. Breast-feeding Your.... Pig

National Geographic memutarkan program tentang salah satu kebudayaan beternak babi di Papua Nugini yang cukup, ehem, unik.

Jadi, wanita-wanita (manusia) di sana memelihara anak-anak babi seperti memelihara anak sendiri. Disusui (secara langsung, bukan dari botol) bahkan diayun-ayun di gendongan.

Tapi tetap saja sih setelah anak babi tersebut tumbuh dewasa, mereka akan dikorbankan untuk pesta-pesta adat di sana (dan si inang susu biasanya akan berteriak-teriak dan menangis ketika 'anak' mereka digetok-getok sampai mati).


Rabu, 17 November 2010

a spoonful of sugar sweeten up



Friends are my sugar
They change the bitter into the sweet one

I miss you all~

Sabtu, 06 November 2010

well, yeah...

currently I feel totally messed up...

i let my clothes scattered around the floor, i'm so lazy to tidy up my bed, and i don't even care with the dusty air that might irritate my respiration (well, i'm not the well-organized one but believe me, i like to be more tidy than this).

i don't care with my appearance. i wear unmatched clothes, shoes, and veils. i had thrown out my soft lens and use my thick minus 4-glasses. i forget to apply skin moisturizer every day. i don't wash my face. i don't have any face powder to lighten up my oily look. my haircut has lost its shape (and sometimes i let it uncombed). i eat a lot and gain more weight. i feel so ugly right now. and i don't even have a mirror to reflect my ugly feature.

and i hate it most when i could clearly hear men's voice in my boarding house in the middle of the night (and still heard them in the next morning--> for God's sake it's LADIES boarding house!). i hate it when i unintentionally see a dog walking around and barking in front of my door (who the hell brought an animal to this house???). i hate to lose my pail. and i hate to listen somebody's singing Katy Perry's song with a broken tone. .


i hate going back to bandung.

i hate going back to bandung and feel all alone.


gosh... i complain too much. i know i'm so damn lucky compared to those Merapi refugees. i know i should express my deep condolences and pray for them instead of blurting out my bad feelings. i'm sorry. i'm messed up.


I curse myself for this.

Selasa, 02 November 2010

I forget...

... to write that I have officially graduated from School of Business and Management Institut Teknologi Bandung

Hello!

My full name is now Arresty Wahyu Andhini, S.Mn (sarjana manajemen)/Arresty Wahyu Andhini, B.Mgt (bachelor of management)




Yeah, time goes so fast... sometimes I still cannot believe that I have a title behind my name...


Special thanks to my juniors (class of 2011, 2012, and 2013) for the greatest graduation night and the unforgettable "arak-arakan"!


And I should dedicate a very special thanks to SBM 2010! Love you <3

Jumat, 29 Oktober 2010

Ithaca

Ithaca (Constantine Cavafy, translated by Rae Dalven)

When you set out on your journey to Ithaca,

pray that the road is long,

full of adventure, full of knowledge.

The Lestrygonians and the Cyclops,

the angry Poseidon -- do not fear them:

You will never find such as these on your path,

if your thoughts remain lofty, if a fine

emotion touches your spirit and your body.

The Lestrygonians and the Cyclops,

the fierce Poseidon you will never encounter,

if you do not carry them within your soul,

if your soul does not set them up before you.

Pray that the road is long.

That the summer mornings are many, when,

with such pleasure, with such joy

you will enter ports seen for the first time;

stop at Phoenician markets,

and purchase fine merchandise,

mother-of-pearl and coral, amber and ebony,

and sensual perfumes of all kinds,

as many sensual perfumes as you can;

visit many Egyptian cities,

to learn and learn from scholars.

Always keep Ithaca in your mind.

To arrive there is your ultimate goal.

But do not hurry the voyage at all.

It is better to let it last for many years;

and to anchor at the island when you are old,

rich with all you have gained on the way,

not expecting that Ithaca will offer you riches.

Ithaca has given you the beautiful voyage.

Without her you would have never set out on the road.

She has nothing more to give you.

And if you find her poor, Ithaca has not deceived you.

Wise as you have become, with so much experience,

you must already have understood what Ithacas mean.




I got that poem from the novel The Zahir (Paulo Coelho) and somehow it touched my heart..

Don't be too hurry, it is better to enjoy a long journey with both happiness and pain along way. Meet these Lestrygonians (whatever it is), Cyclops, and angry Poseidon... They might hurt you but in the end, they will be your most precious experiences.

I think Ithaca means the purpose of your life (or it is simply about your end point--your death?)

Minggu, 17 Oktober 2010

take a little look back

If I take a look back to the past, I'm so glad that finally I come to this point--when I feel so relieved and nothing to cry about.

To be honest, it is just hard for me to let go of my past. I mean, yeah, I had wasted my time crying a lot. I had spent lots of my energy thinking about "how did this happen to me? why the man I love cannot just love me back?" and sort of regret. Well, even though I sometimes lied to people by saying "I'm okay, I have moved on" and gave them a happy smile, in fact I need almost a year to stop regretting my past. To admit whole-heartedly that we were not made to each other--that I've been rejected actually :">. It was hard. I don't know, maybe I was just so into him. Too bad that too much love will kill you *sigh*

I realize that I'm sooo damn tired to think about the same man again and again. Enough. I tried to make things up but when it all turned out to be nothing.... it was very useless and time-wasting. Yeah, time to celebrate the return of my logical sense, welcome back honey baby!. And thanks God, suddenly he is just wiped out of my mind. As Goethe said, vanish like an echo (PS: "echo" word reminds me of Girl's Generation/SNSD song title :p)

However, being in a failed relationship makes me learn many things, particularly about my own weaknesses. And here's a sweet conclusion:

when it comes to love, I will be pretty much losing myself.

Because I was always afraid to be left, I tend to be hypersensitive--I often worried about nothing, created troubles later on, and got frustrated. Yes, I was really lack of confidence back then. And the worst part was that I suddenly lost my appetite... gloomy right? It was just not me, I used to love food more than anything~~

But I know it's not only about my weaknesses that made my relationship failed. It's also about compatibility. No matter how good I am, if our "genes" are not suit to each other, then it will end up sooner or later. That simple :)

And for your information, I really enjoy being a single right now. I'm not in love (or I think so) and I practically focus on myself. Many things to do, many things need to be realized (remember my 1000-things-to-do-before-I-die? I want to make it real!). Even though sometimes I feel a bit lonely , but logically I know it is better to develop myself first so that I won't lose it anymore. I want to be a nice woman for a nice man.

As long as there are family, friends, and dreams; nothing to worry about in your 21-year-old life :)

Jumat, 15 Oktober 2010

Icy Blue

Last night, I got my first ice-skating lesson. Yihaaa... It was at a new skating arena in PVJ Mall, Garden Ice, and thanks God, my birthday friend paid me the entrance ticket along with the new pair of socks (I was so lucky).

There were five of us, consisted of two couples and one single lady (yeah, sure you know who is the single one). I was the only person who never tried ice skating before while the rest were quiet expert on this (at least they could slide their skates smoothly on ice). So I was ended up skating around the side of arena, holding on the metal fence that surround the ice field, while the couples were creating their intimate zone at the center of arena *sigh*.

Okay, there will always be the first time right? And I know I could learn it practically by myself :)

Later on I found my slight basic in roller skating quite helped me to manage my balance on the slippery surface. Or was it just because my secret talent on ice-skating? :p I don't know but after 3 times fell down, I was getting used to the game and slowly could leave the fence and crossed the arena by myself. Hurray~ It was fun! And I was kinda proud of myself after seeing other newcomers like me were still stuck on the fence until the arena closed :D

Ah, I should try ice-skating again next time! Two hours were not enough~

Selasa, 12 Oktober 2010

Sorry Sorry~


Oke, dari judulnya aja udah ketebak saya mau nulis tentang apa. Ya, tidak lain dan tidak bukan tentu saja Super Junior :))

Kadang saya juga mikir sih... gila aja saya udah 21 tahun kok masih ngefans-ngefans sama artis idola gini yaaa... Perasaan zaman dulu aja saya ga pernah segitu ngefans-nya sama Westlife atau Meteor Garden (yang sempet booming banget di Indonesia). Nah sekarang udah masuk usia tante-tante gini kok ya malah jadi fangirl gini -_- Ah, simpulkan saja bahwa saya mungkin agak telat puber. Atau malah sedang puber kedua. Whatever.

Dan saya sebenernya juga heran, udah lewat tiga bulan kok saya tetep aja ngga bosen-bosen sama mereka. Serius, tadinya saya kira setelah selesai tugas akhir saya bakal bosan sendiri. Hah. Ngga tuh. Lucu juga kalau mengingat tahun lalu saya masih menganggap mereka "cheesy" dan "so gay, man!". Karma oh karma. Sekarang malah saya makin kepengen untuk menonton show mereka tahun depan di Malaysia. Oke, sebut saya labil... tapi begini deh, saya yakin semua orang pasti punya impian "konyol" masing-masing kan?

Ya, dan nonton Super Show III mungkin adalah salah satu impian "konyol" saya (selain foto pre-wedding di Indonesia Tenggelam dan masih banyak lagi~). Soalnya, ada kemungkinan Super Junior akan non-aktif setelah tahun depan karena mereka mulai memasuki usia maksimal wajib militer (untuk yang ngga tau, di Korea Selatan masih berlaku yang namanya wajib militer). Makanya saya penasaran banget pengen nonton. Dan sayang disayang, tur Asia mereka tidak mencakup Indonesia. Denger-denger sih karena venue konser di Indonesia belum ada yang bisa memenuhi requirement mereka (-_-)

Yah setelah mendengar gosip tentang konser Shinee tadi malam di Jakarta dimana para fans menjadi liar dan "menyerang" anggota Shinee sampe ada yang luka gitu sih saya jadi lebih menerima

Dan selama empat bulan ini terang-terangan ngefans sama mereka, saya rasanya jadi biasa diremehkan oleh mereka-yang-menganggap-dirinya-memiliki-selera-musik-yang-superior. Yah, mungkin sama seperti saya yang selama ini diam-diam menganggap "orang yang suka kerispatih = orang melankolis cenderung labil" atau "orang yang suka Kangen band = alay". Hahaha. Maaf deh maaf. Sekarang saya jadi mengerti perasaan ketika selera kita diremehkan. Janji deh untuk lebih menghargai selera orang lain (selama ngga ngerugiin saya aja).


Yah begitulah sekilas update mengenai "ke-fangirl-an" saya. Tidur dulu cuy, udah jam setengah 1 pagi!


Sabtu, 09 Oktober 2010

Polaris

Udah lumayan lama ngga nulis, udah banyak hal yang terjadi selama kurang-lebih dua minggu ini:

1. Ikut IELTS preparation di TBI Dago
Yup yup, sambil menunggu wisuda tanggal 23 Oktober, saya memutuskan untuk ikut les persiapan IELTS. Ga berani kalo ngga ada persiapan khusus, secara tes IELTS itu bayarnya $195 (alias hampir dua juta rupiah). Kalo skor-nya ga sesuai yang saya harapkan (saya pengennya sih dapet 6.5--biar sesuai standar untuk apply scholarship ke luar) kan rugi banget kalo mau ngulang! Dan senangnya, di tempat les ini saya banyak ketemu kenalan baru yang baik hati dan menyenangkan (auranya kerasa bener-bener positif aja di sana). Teacher-nya juga enak banget ngajarnya. Sebagian besar peserta les ini nasibnya mirip-mirip kayak saya: baru lulus dan pengen nyari scholarship :D Oh iya, saya ikut les ini bareng pasangan Iki-Kiki (jadi teringat masa-masa PDKT mereka di mana saya terbiasa menjadi orang ketiga haha)

2. Pindah Kosan
Kalo dihitung-hitung ini hari ke-4 saya pindah kosan. Sekarang saya udah ngga di Dago Asri lagi, tapi di Cisitu Baru. Satu kosan dengan dua adik kelas saya di PSTK. Dan mengapa saya pindah? Tentu saja karena masa tinggal saya di kosan yang lama sudah habis, plus saya nyari kosan yang lebih murah. Soalnya saya paling di Bandung sampe abis wisuda aja, jadi sayang kalo harus keluar uang banyak untuk kosan. Lagian, asal ada internet, nge-kos di kamar mandi pun mungkin saya rela haha :p (btw, internetnya baru dipasang hari ini jadi sekarang saya lagi seneng-senengnya)

3. Fanfiction world
Belakangan ini saya lumayan sering bacain fanfic-fanfic yang beredar di dunia maya (haha, jangan pernah tanya fanfic tentang apa :p) and seriously, it helps me improve my vocabularies! Dan kemudian, saya jadi terinspirasi untuk ikut nulis dan bergabung dengan sebuah komunitas fanbase di dunia maya (tentu saja dengan akun dan nama palsu, soalnya saya 100% pemalu). Suatu kesenangan tersendiri lho ketika tulisan kita dikomentarin, dipuji, dan orang-orang tersebut menunggu lanjutan dari tulisan kita (haha, dasar haus pengakuan). Dan karena saya nulis fanfic dalam bahasa Inggris, itung-itung lumayan ningkatin skill writing :D

4. Bikin setelan wisuda~
Atas bantuan dari Mbak Citrarini Ceria Chandraningtyas a.k.a Mbak Cice (link blog-nya bisa dilihat di sebelah kanan), akhirnya saya menjahit setelan khusus untuk wisuda nanti. Mbak Cice inilah yang mendesain model pakaian, mengantarkan saya dan Mbak Iut (yang juga meminta bantuan mbak Cice) mencari bahan ke Pasar Baru, dan memperkenalkan dengan tukang jahit dengan tarif yang relatif terjangkau. Sekarang setelannya belum jadi sih, tapi semoga hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan :)

NB: Mbak Cice ini hobinya membuat hand-made journal yang artistik banget, bisa dilihat di sini, sini, dan sini. Produk-produknya bisa dilihat langsung di Pasar Seni ITB 10-10-2010 besok :D

5. Mikir
Ya, dua minggu ini saya banyak berpikir untuk masa depan (lama amat ya saya mikirnya). Biasa, orang yang banyak maunya kayak saya ini susah memfokuskan ke satu hal aja :p


~Sekian~

Minggu, 26 September 2010

so sad.....

saat gw pulang ke kosan malam ini, gw menemukan kamar bimbi dan kara sudah gelap. iya, gw tau hari ini mereka resmi pindah dari kosan dan kembali ke jakarta. gw udah tau kalo sejak hari ini gw akan jadi satu-satunya anak SBM angkatan 2010 di kosan. tapi, ketika gw ngeliat kamar mereka yang kosong... gw baru benar-benar menyadari realita yang bernama "perpisahan".

gw sedih banget bimbi udah ngga ada... yang berarti ga ada lagi pintu yang bisa gw ketok-ketok (bahkan di tengah malam) ketika gw lagi galau atau untuk sekedar nyampah nontonin video Super Junior sampe ngakak-ngakak (i already miss this "Suju Time"!). ga ada lagi temen kosan yang akan meluk gw ketika gw lagi sedih. ga ada bimbi yang bakal ngasih nasehat-nasehat bijak plus ngajarin banyak hal tentang agama. ga ada kamar yang bisa gw intip-intipin lagi.

dan tanpa bisa gw kendalikan lagi, tiba-tiba gw nangis. huhuhu (ini gw ngetiknya juga sambil nangis-nangis).

mungkin gw emang lebay. gw tau bimbi ngga berubah... satu-satunya yang berubah cuma "situasi"nya aja. tapi perubahan itu akan mengubah segala kebiasaan gw selama ini. ah ya, mungkin gw shock dengan perubahan kebiasaan ini (belom juga satu hari ditinggal yaa). tapi gimana lagi, gw bener-bener ngerasa sedih. gw kangen sama bimbi yang hampir setiap hari gw temui di seberang kamar gw.

dan lebih buruk, gw jadi menyadari bahwa sebentar lagi gw mungkin akan sulit menemui temen-temen gw yang lain. gracia bahkan sekarang udah kerja di Jakarta. redo-astrid-dhea juga udah balik lagi ke rumah masing-masing. sekarang bimbi yang pergi. gw kangen mereka. di bandung hanya ada gw, kiki, denna, dan iki (devi belom balik ke Bandung). sebentar lagi mungkin kita semua akan bener-bener berpisah dan gw akan sangat-sangat merasa kehilangan temen-temen seperjuangan gw di SBM. walau kadang gw agak cuek, tapi sejujur-jujurnya, gw sangat sangat sayang sama temen-temen gw itu. i will really miss them that much :'( belom lagi gw juga pasti akan merindukan temen-temen gw di PSTK, Debus Banten, dan semua temen gw di Bandung raya ini. huhu.

gw tau tulisan gw kali ini sangat emosional (bahkan gw udah ga pake kata "saya" lagi) tapi begitulah... perlahan gw menyadari bahwa perpisahan gw dengan "kehidupan mahasiswa" semakin mendekati kenyataan (atau udah nyata tapi gw terus menyangkal?). sekarang sudah saatnya kita menentukan jalan hidup masing-masing dengan gelar sarjana S1 ini.

iya gw tau, begitulah hidup.

Sabtu, 18 September 2010

a brief about Samantha Brown

(picture credits: Travel channel/Josh Cogan)

When I was in junior high, I once watched a travel program on TPI (yes, that Televisi Pendidikan Indonesia) which was hosted by an attractive brown-haired woman. I remember she guided us to an old beautiful castle (I forget the country, but the view was very beautiful).

Well, the woman really caught my attention. I like the way she described the tourism spots to the viewers; she could make us want to go to those places someday (yeah, I have ever dreamed to stay in a castle, dress as a princess, and drink afternoon tea in front of fireplace :">). And other factor that makes me admire her is that she has profile of nice woman: warm smile, humorous, energetic, and smart. This woman could get along well with other people she met during the trips. And those qualifications make her perfect on screen.

That woman is Samantha Brown. Born in Texas, March 31st 1969 (but she still looks young and pretty) and has joined the travel channel for more than 10 years. I like this woman and I envy her very much. She could travel around the world, get paid for that, and become famous. What can you ask more?

And now we can still watch her hosting Passport to Europe series on TLC (you can watch it through cable TV).

my mom's grandchild

Few days ago, my mom told me and my sister something...

Mom: Listen, most of my friends set their cell phone's wallpaper with their grandchildren pictures

Me: Then?

Mom: I desperately set this as my phone's wallpaper




Bwahahaha! It's picture of Meng, our 'unofficial' pet at home :D

Senin, 13 September 2010

Follow Your Heart, eh?

Dari dulu, salah satu nasihat paling ampuh untuk mereka yang sedang kebingungan pasti: "udah, ikutin kata hati aja". 

Sering banget kan kita mendengar kalimat yang satu ini? Dari hal yang paling simple seperti memilih salah satu diantara dua pakaian yang hendak dibeli (karena budget cuma bisa beli satu), memilih salah satu menu makanan di restoran yang semua menu-nya kelihatannya enak, hingga hal yang lebih kompleks seperti memilih jurusan IPA atau IPS waktu kelas 2 SMA, dan memilih jurusan waktu kuliah. Atau saat mikir "mau ngapain" abis kuliah. Bahkan juga di saat memilih pasangan.

Dan hati... apa itu sebenarnya hati? (tentu saja bukan hati si organ yang terletak di bagian perut itu). Selama ini, hati diidentikan dengan "perasaan". Mengikuti kata hati = mengikuti perasaan. Dan orang sering bingung antara mengikuti kata hati apa mengikuti kata otak? 

Lewat berbagai penelitian, sebenarnya apa yang disebut sebagai "hati" pun sebenarnya adalah salah satu bagian dari otak. Tepatnya adalah otak kanan yang berfungsi mengatur perasaan, intuisi, emosi, dan segala hal yang tidak irasional dan tidak logis. Jadi, hati bukanlah suatu "organ" tanpa bentuk fisik. Dan artinya, salah banget kalo ada yang bilang "cewek biasanya emang lebih pake hati sih dibanding pake otak". Mungkin yang lebih tepat adalah cewek lebih banyak pake otak kanan dibanding otak kiri. 

Dari sini bisa kita simpulkan:
Perasaan = otak kanan
Logika, rasionalitas = otak kiri

Dan Tuhan selalu memberikan otak lengkap dengan belahan kiri dan kanannya kepada setiap manusia. Yang artinya, manusia pasti selalu memiliki logika dan perasaan yang keduanya harus diseimbangkan dengan benar.

Jadi, salah besar menurut saya kalau pada akhirnya semua diserahkan pada si otak kanan atau perasaan kita. Perasaan pun kadang tercampur dengan hawa nafsu yang buruk dan keinginan yang bersifat egois bukan? Kadang kita lengah, tidak bisa membedakan mana kata hati yang sudah tercampur dengan bisikan setan dan mana yang benar-benar tulus.

Dan saya rasa, karena itulah Tuhan menciptakan otak kiri pada manusia. Untuk selalu memberikan batasan-batasan terhadap hawa nafsu kita. 

Jumat, 10 September 2010

Itinerary

I am thinking about my dream to travel around the world. And I know, the dream won't turn into reality without any effort. All I have to do is gaining enough money, right? It encourages me to find proper jobs after my graduation. Wish me luck with this job-seeking process guys! (and please remind me to save money.. Gosh, it's always about appetite versus  determination!)


And I create the itinerary per year to motivate myself:


2011 = Indonesia, Southeast Asia (I really want go to Singapore in January or Malaysia in March!)

2012 = Indonesia, East Asia (China, Japan, or South Korea)

2013 = Indonesia, South Asia (India) or Middle East Asia (Saudi Arabia)

2014 = Europe!


Hopefully I could fulfill the target!! AMIN!!


NB:  it's not that I forget to find scholarship to study abroad..  it's also one of my biggest dreams but I think it is better to still gain money while searching for scholarship. 

Selasa, 07 September 2010

Campur Aduk

Rasanya bingung. Rasanya kesal. Rasanya sedih. Rasanya ingin marah-marah. Rasanya ingin menangis. Rasanya ingin guling-guling. Rasanya ingin teriak. Rasanya ingin berlari sekencang-kencangnya. Rasanya ingin punya sayap lalu terbang setinggi-tingginya. 


Aku bosan, aku ingin memecahkan gelas yang bening dan dingin.

Chit Chat

Di sebuah kendaraan umum...


Saya: Ih gw kalo baca forum-forum tentang Super Junior suka serem serem gitu deh

Bimbi: Kenapa?

Saya: Ada fans-fans yang udah kayak ga bisa ngebedain mana kenyataan dan mana khayalan gitu... berlebihan banget deh.

Bimbi: : Labil-labil gitu yak

Saya: Iya. Gw sih suka juga ngga sampe segitunya. Ngga sampe pengen belajar bahasanya, ngga sampe pengen ke Korea segala.


...... beberapa jam kemudian di PVJ ...... 


Saya: Eh sebentar... lagi ada pameran wisata. Eh ada paket tur yang ke Korea!!!

Bimbi: Bzzzzz!!! LABIL LO RES!!


Minggu, 05 September 2010

Break Time

Karena setelah sidang saya hampir-hampir ngga punya kerjaan, otomatis yang saya lakukan adalah membekali diri saya dengan segala hiburan. Tidur sampai mampus, makan-makan enak, jalan kemana-mana, nyewa komik banyak-banyak, browsing sampai ngga tau lagi apa yang mau dicari, download video sampai laptop jadi doyan nge-hang... yah begitulah nasib pengangguran. Kerjaan saya hanya berusaha menyenangkan diri sendiri. Setelah uang habis di Bandung, tidak ada pilihan lain selain pulang kampung dan kembali menjadi parasit di rumah orangtua (omongan gw suram gini ya). 

Tak lupa, sebelum pulang tentu saja saya membekali diri dengan senjata perang: setumpuk DVD untuk mengusir segala kejenuhan di kampung halaman. Bukan apa-apa, rumah saya terletak di Cilegon, sebuah kota kecil penghasil besi-baja yang miskin sarana hiburan. Ke bioskop, adanya film-film lama. Mall juga isinya begitu-begitu aja. Dan udara di Cilegon ini sangat teramat panasss. Jadi, saya jauh lebih memilih ongkang-ongkang kaki di rumah ditemani kucing gila ketimbang jalan kemana-mana (yes, anak kucing di rumah tiba-tiba jadi beringas dan suka menyerang.. kena rabies kali ya -_-)

Begitulah, kelihatan sangat tidak berguna bukan?

Ngga juga sih. Ini sambil santai-santai juga saya mikir dengan serius tentang hal-hal yang ingin saya lakukan setelah ini. Hal-hal yang saya sukai. Target-target yang harus saya kejar. Things I should do before I die. Dari dulu semua hal itu cuma ada di angan-angan belaka, tapi sekarang saya udah harus mikir action plan-nya bagaimana. Begitulah, saya sekarang tiba di stage baru setelah dunia kuliah. 

Berdasarkan jenjang kehidupan standard, abis lulus pasti langsung ditanya "kerja di mana?" atau "mau lanjut kuliah?". Tebakan deh setelah pertanyaan itu terjawab, pertanyaan berikutnya pasti "kapan nikah?". Abis itu "kapan punya anak?". Setelah punya anak pertama, pertanyaannya jadi " kapan ngasih adik?" dan seterusnya. 

Serius deh, kadang saya ingin merubah standar yang seperti itu (misalnya punya anak dulu baru nikah gitu-->bercanda!). Tapi apa boleh buat, standar di atas menyangkut masalah tanggungjawab. Tanggungjawab terhadap diri sendiri (menghidupi diri sendiri) dan juga kepada orangtua saya. 

Aahhh.. mendadak saya pusing dengan loncatan fase ini... tanggungjawabnya jadi semakin berat. Menanggung diri sendiri dan menanggung harapan orang lain. 


SEMANGAT!!!!

Jumat, 27 Agustus 2010

Culture Attack

Setelah agak-agak menjadi korban Korean Wave (dan tetap menjadi korban sejati komik Jepang alias manga), saya jadi benar-benar menyadari betapa efektifnya penyebaran sebuah culture melalui dunia entertainment. Entah melalui film, drama series, musik, atau komik.

Hanya dengan menonton sebuah film/drama asing, secara tidak sadar kita mendapatkan pengetahuan baru mengenai kebudayaan di negara tersebut. Dari bahasanya (kecuali udah di-dubbing), fashion style (termasuk pakaian tradisionalnya), gaya hidup, tata krama, musik, tempat-tempat wisata, sampai makanan khas-nya. Ibaratnya, film atau drama adalah one-stop culture source.

Apalagi kalau film/drama-nya cukup berkesan di hati penonton. Misalnya nih saya dulu suka banget sama anime Samurai X (Rurouni Kenshin) dan saya sampai googling tentang restorasi Meiji, shinsengumi, dan nyari-nyari mp3 pengisi soundtrack-nya. Berkat manga, anime, dan drama itulah saya jadi sangat tertarik dengan budaya Jepang dan otomatis ingin mempelajari lebih banyak tentang kebudayaan mereka.

Selain itu, keberadaan artis-artis idola juga bisa menumbuhkan ketertarikan pada sebuah budaya. Dilihat dari post-post saya sebelum ini, jelas sekali kan sekarang saya lagi nge-fans sama Super Junior--sebuah boyband dari Korea. Kesukaan saya pada mereka membuat saya jadi mengikuti variety show-variety show mereka (yang benar-benar lucu dan menghibur). Dan sekarang saya jadi tahu kalau di Korea, orang yang lebih tua itu sangat-sangat dihormati (beda dengan culture Barat, di mana memanggil orangtua bisa cukup dengan memanggil nama saja). Juga tentang artis-artis idola di Korea (juga di Jepang) yang sudah dididik dengan disiplin dari mereka masih piyik untuk bisa menjadi complete entertainer. Entertainer adalah pekerjaan yang serius untuk mereka. Bukan sekedar punya tampang oke terus langsung bisa jadi artis kayak di negara kita. Nah, saat saya mengikuti informasi tentang artis-artis idola ini, tanpa sadar akan banyak informasi lain yang masuk ke dalam otak saya.

Prinsipnya memang sangat sederhana. Saat ada kita tertarik pada suatu hal, secara naluriah kita akan mencari informasi lebih banyak mengenai suatu hal tersebut. That's it.

Sebenarnya, jelas kebudayaan Indonesia sama sekali ngga kalah menarik dari kebudayaan negara lain. Menang kita kemana-mana kali kalau urusan keberagaman dan keunikan. Cuma ya itu, menurut saya salah satu penyebab kurangnya ketertarikan pada budaya sendiri adalah karena marketing yang buruk. Dan dunia entertainment adalah salah satu sarana marketing yang bagus untuk misi penyebaran budaya ini.

Masalahnya, dibandingkan dengan gempuran entertainment dari negara lain, kualitas dunia entertainment negara kita memang kalah jauh. Jangan dilihat dari segi kualitas efek dulu deh, lihat dari "isi"-nya aja udah jelas kalah. Sinetron-sinetron Indonesia itu ngga ada isinya. Lihat drama Korea/Jepang/Hollywood, mereka juga ngga pake efek-efek yang canggih banget, tapi mereka tahu bagaimana mengemasnya dengan kreatif dan menarik. Ya gimana mau tertarik dengan budaya sendiri kalau media--sebagai sarana informasi kita--hanya menampilkan tayangan ngga bermutu.

Solusinya: ayo kita membuat rumah produksi yang akan membuat tayangan-tayangan dengan muatan lokal yang bermutu (dan ga usah pake kejar tayang sampe beratus-ratus episode!). Jangan lupa pake promosi yang juga gila-gilaan tentunya :)

Rabu, 25 Agustus 2010

Another Incident

Dengan didasari rasa bersalah karena tertundanya revisi TA secara terus-menerus, akhirnya hari ini saya memutuskan untuk segera menyelesaikan urusan TA tercinta ini. Yah, sebenarnya memang tinggal nge-print doang sih, secara revisinya cuma mentranslate appendix yang masih pakai bahasa Indonesia (petir menjadi lightning, gempa bumi menjadi earthquake.. lalala). Bisa dibilang alasan saya menunda-nunda urusan TA ini cukup labil, jadi saya tidak akan menceritakan alasannya (yang jelas berhubungan dengan hobi saya belakangan ini).

Karena sudah lama ngga jalan kaki, saya memutuskan untuk ke Sultan Global Dipati Ukur (sekali lagi, ini tempat ngeprint paling populer se-SBM-->promosi) dengan menggunakan kedua kaki saya yang sehat walafiat ini. Ditemani Ringo iPod saya tercinta (jangan tanya playlist-nya apa.....), bulan purnama, dan bintang yang berkilauan.. saya menyusuri jalanan cisitu yang masih cukup ramai.

Namun, berhubung uang di dompet tinggal 20ribuan (dan ngeprint TA biasanya mahal -_-), akhirnya saya mampir dulu ke ATM BNI Simpang, tempat kejadian perkara kali ini.

Dengan polosnya, saya masukkan KTM BNI saya tercinta. Saya masukan nomor pin, saya pilih jumlah uang yang saya ingin tarik.... dan TARAAAAA.... bukannya mengeluarkan uang, kartu BNI saya malah DITELAN!!!


...... dan lalu saya teringat.......

YAIYALAH BERMASALAH, SENIN KEMARIN KAN SAYA BARU TUTUP REKENING MAHASISWA SAYA -_- (dan saya udah bikin rekening baru-->jadi taplus dan kartu ATM-nya berwarna keperakan.. dan saya benar-benar lupa punya kartu baru)

Untung saya orang yang cekatan, jadi saya cepat menyadari kesalahan saya kali ini. Dengan cool, saya langsung menghubungi nomor customer service BNI dan segera menyelesaikan masalah ini dengan tepat dan cermat (bagian di mana saya minta-minta maaf karena ngerasa ga enak ke orang-orang yang mengantri di belakang saya di-cut saja).

Begitulah, KTM saya tetap tertelan (padahal saya berharap ada teknologi untuk memuntahkan kembali kartu yang sudah ditelan). Customer service di sebrang sana bilang kalau saya bisa mengambil KTM saya sekitar 2 minggu lagi di BNI ITB....

..... ya semoga aja emang bisa balik lagi.. soalnya si KTM udah saya sayang-sayang sampai saya minta ke mbak-mbak di BNI supaya ngga dibolongin pas saya tutup tekening. Lumayan kan saya masih bisa mengaku-ngaku sebagai mahasiswa dengan KTM itu... lumayan dapet potongan kalo ke tempat-tempat tertentu (ke Kebun Binatang misalnya) dan kalo naik travel ke Jakarta bisa kena potongan dari 70ribu jadi 60ribu. Dengan tampang sok polos beracun begini, kayaknya sampe 3 tahun ke depan saya masih pantas mengaku-ngaku mahasiswa kan haha.

(yeah, pantes ketelen.. niatnya aja emang udah untuk nipu-nipu gitu)

Ya sudahlah, untuk semua mahasiswa-mahasiswi yang telah menutup rekening, berhati-hatilah!! Ingat jika kalian menggunakan KTM yang sudah ditutup, maka mesin ATM tanpa ampun akan menelannya!


Selasa, 24 Agustus 2010

Happy Together :)

Happy Together translation

(Super Junior/from the album "Sorry Sorry")

i remember the image of you who waited for me again today
from time to time, when things get though, i always think of you
thank you.. when i’m happy we all laugh together.. and loving hearts are always abounding
now, having just received your heart, i’ll give everything back to you

a little bit closer, love.. i’ll always protect you so we’re like how we are now
when you’re feeling exhausted and hurt and pained.. all you have to do is lean on me
always, HAPPY TOGETHER

it’s just a little bit different.. even if those there are cold glares or someone says something, i just hope that you wont change
thank you.. for crying all together when i’m feeling down.. for always staying together and protecting each other
now, having just receieved your heart, i’ll give everything back to you

a little bit closer, love.. i’ll always protect you so we’re like how we are now
when you’re feeling exhausted and hurt and pained.. all you have to do is lean on me
always, HAPPY TOGETHER

even when the tears that are hidden from the world flow
because the dazzling you is with me, i can gain strength and laugh again..
always, HAPPY TOGETHER

you’re my everything.. you’re my best.. my person.. no matter what anyone says, you’re my love~

a little bit closer, love.. i’ll always be by your side so we’re like how we are now
when you’re feeling exhausted and hurt and pained.. all you have to do is lean on me

don’t say that you can’t. don’t say that you’ll fail
even if noone acknowledges you, you can do it
now don’t change and smile all together.. everyone here will now always be happy
love, happiness.. from now on
love, happiness.. forever and ever
love, happiness.. you and me
love, happiness.. doing it together
forever, HAPPY TOGETHER

dedicated to all my friends,

love you :)

Kamis, 19 Agustus 2010

Ngayal Abis

Kelihatannya saya akan menikah di tahun 2015 pada usia 26 tahun. Dan jodoh saya adalah seorang teman yang baru saya temui 6 bulan sebelum pernikahan (tanpa status pacaran).

Kami sepakat menikah dengan dialog seperti ini:

Setting: saya dan dia sedang mengantri nonton film di bioskop. Ada karakter A, B, dan C yang merupakan teman kami dan mereka sedang membeli cemilan.

Dia: "antriannya panjang banget ya?"
Saya: "iya nih" (cool)
Dia: "hmm... kalau antrian kamu panjang ngga?"
Saya: "hah?"
Dia: "gw mau ngantri jadi suami kamu"
Saya: antara -_- dan :">
Dia: "would you marry me?" (tampang serius)
Saya: "hmm.. mikir dulu ya. sekarang beli tiket dulu" (tetap belagak cool, sementara orang-orang yang ngantri di depan dan di belakang saya mulai bisik-bisik penasaran)

Dan baru seminggu kemudian saya jawab: "baiklah!"

(serius ini emang samvah abis, tapi gw suka dialog macam ini! haha)

"Dia" adalah orang yang dewasa, berwawasan luas, tegas, setia, humoris, penyayang, serta jago memasak. Tipe orang yang sekilas dilihatpun kita tahu ia orang yang baik, yang bisa membuat siapapun merasa tenang berada di sisinya. Terkadang ia dapat bersikap agak manja dan ia pandai membujuk (karena saya orang yang keras kepala). "Dia" adalah imam yang baik untuk saya dan kami akan selalu saling mengingatkan dalam masalah ibadah.

Dan ia memiliki pundak dan lengan yang bagus serta senyuman yang ramah :p

Ia orang yang benar-benar ingin saya bahagiakan bukan karena takut ditinggalkan, tapi memang karena saya ingin melihatnya bahagia (gombal :">).

Lalu, kami berdua akan tinggal di sebuah rumah asri berdinding coklat dengan lantai kayu di daerah pemukiman yang tenang. Tempat favorit di rumah itu adalah sebuah spot di dekat jendela tempat kami membaca buku dan mengobrol. Tak lupa kami juga memelihara seekor kucing persia warna hitam bernama Kyu dan due ekor ikan mas koki bernama Mocca dan Milk.

Di waktu-waktu senggang, yang kami lakukan adalah menonton dvd, memasak bersama, dan karaoke. Atau jalan-jalan spontan dan random entah kemana. Kebetulan kami berdua sama-sama suka jalan-jalan. Dan saat di rumah, kami selalu mengusahakan untuk solat berjamaah.



Saya menulis ini di usia 21 tahun lewat 2 bulan. Penasaran juga apakah khayalan saya (yang saya tulis sesaat setelah bangun tidur dan sambil mendengar hujan deras di luar--otomatis membangkitkan jiwa romantis saya yang terpendam) akan menjadi kenyataan :p

AMIN aja deh :)

Senin, 16 Agustus 2010

Indonesia

Indonesia adalah tanah tempat saya dilahirkan. Terimakasih Ya Allah untuk kehidupan yang Kau berikan lewat segala kekayaan sumber daya alam dan heterogenitas manusia di dalamnya. 

Terimakasih atas segala sumber rezeki yang membuat keluarga saya dapat makan dengan layak dan tidur dengan nyenyak. Terimakasih untuk nilai-nilai budaya Timur yang tertanam sejak masih di kandungan.

Syukur Alhamdulillah untuk segala yang Kau berikan lewat bumi di mana saya berpijak.

Sejujurnya, sampai sekarang saya masih mempertanyakan makna nasionalisme yang sebenar-benarnya. Mungkin saya bukan tipe orang yang mengagung-agungkan kecintaan pada negara. 

Namun..

Saya akan selalu berusaha untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Dan semoga saya bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain (dengan cara saya sendiri tentunya.. tolong pahami semua orang memiliki cara mereka masing-masing untuk menjadi lebih bermanfaat)



Walau bagi saya perayaan ulangtahun hanyalah sebuah simbol tapi bagaimanapun:

Selamat hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-65

Kebodohan

Kenapa yaa.. saya ga pernah jauh dari yang namanya kebodohan dan kecerobohan macam begini.


Jadi, ceritanya saya pulang ke Bandung dengan membawa oleh-oleh yang sangat berharga: dvd player! Sejak di rumah, saya memang sudah mencanangkan "movie all week" di bandung dan nonton bareng anak-anak (rencana busuk, harusnya saya ngerjain revisi TA dan segala printilan pra-wisuda). Enakan nonton di TV kan daripada di laptop, mata lebih terpuaskan x)

Dan sesampainya di Bandung, saya bersama bimbi ke Chelsea DVD. Saya membeli K-drama berjudul "Pasta" (hanya karena salah satu pengisi soundtrack-nya adalah anggota Super Junior), Fly me to Polaris, dan ....... TV show Super Junior vs Dream Team (laugh at me, please). Arrrgghh.. kebiasaan fangirling saya semakin menjadi-jadi karena bimbi (entah bagaimana) juga tiba-tiba menjadi Super Junior-freak.


Sesampainya di kosan.... saya baru menyadari...................



bahwasanyaaaa............... ahhhhh.....................



saya tidak membawa remote control DVD player -________-"



yang berarti saya tidak bisa mengatur subtitle............................. (ngga bisa disetting dari tombol-tombol di player-nya)



yang berarti saya ngga bisa nonton film-film berbahasa Korea itu~~



BODOH :'(



NB: mungkin karena memang takdir, subtitle untuk dvd TV show SuJu langsung ter-setting dengan subtitle English.. jadi dari semua dvd-dvd itu, saya hanya bisa nonton SuJu show deh x)

Jumat, 13 Agustus 2010

but i can't stand....

... to make a special post about "it" on my own blog.


percayalah, saat Anda benar-benar fokus pada suatu hal (contoh: tugas akhir), sesungguhnya pikiran Anda bisa dengan sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal lainnya. andai waktu itu yang saya dengarkan secara terus-menerus adalah lagu-lagu dangdut pun mungkin sekarang saya udah heboh mengunduh video Rhoma Irama atau Meggy Z atau kompilasi album KDI sekalian. tapi sayangnya, saya kena gempuran asing. lebih tepatnya, saya terserang virus Super Junior (call me labil, galau, norak, whateva i don't care).


Sungguh, saya udah tau SuJu dari tahun lalu karena teman saya, Hasya, adalah salah satu fans berat mereka. Tiap naik mobilnya, yang disetel pasti lagu SuJu (waktu jaman Sorry Sorry). Tiap liat update tumblr, pasti isinya reblog post tentang SuJu. Tapi ya saya sama sekali ngga tersentuh. Yang saya pikirkan waktu itu malah "ah cuma sekumpulan cowok-cowok cantik yang menari dan menyanyi..." Zaman boyband udah lewat buat saya setelah Backstreet Boys zaman SD dulu.


Tapi, tibalah suatu masa ketika teman-teman saya di tutorial 3C tiba-tiba jadi hobi belajar dance a la SuJu dan SNSD (keliatannya penyebaran dimulai dari devi). Dengan menggunakan layar dan proyektor di kelas, berlatihlah kami menirukan gerakan dalam lagu "Gee" dan "Sorry sorry". Dan saat kami (saya, bimbi, gracia, kiki, dan dhea) menginap berhari-hari demi mengerjakan TA di kosan saya dan bimbi, menari adalah pilihan kami untuk mengusir kejenuhan. Saking sintingnya, saat teman kosan saya Kara berulangtahun, tim "hore" ini memutuskan untuk memberikan surprise berupa tarian Gee di depan kamar Kara pukul setengah 1 malam -_-"


Yah, begitulah... memang suka karena terbiasa. Tiba-tiba saya jadi mulai mendownload video-video Super Junior (emang kurang cukup kalau cuma denger lagunya--lebih menarik melihat dance-nya dan tentu saja ketampanan anggota-anggotanya haha). Tadinya saya ga tertarik tampangnya sih, secara awal-awal saya ngerasa mukanya sama semua. Tapi ya lama-lama jadi hafal semua deh muka-muka plus namanya. Ternyata memang banyak yang lucu dan ganteng ihiiiyy (favorit saya yang namanya Kyu Hyun--salah satu main vocal SuJu). Dan lagu-lagunya memang bagus kok... sangat ear-catching :) Hiburan banget di tengah kesuntukan Tugas Akhir kemarin. Hehe.


Untuk sementara, lagu paling favorit saya (beserta music video-nya) adalah: sorry sorry-answer, it's you, no other, dan super girl (ini yang nyanyi subgroup-nya SuJu sih, namanya Super Junior M). Saya juga suka pas mereka meng-cover lagu Gee-nya SNSD jadi versi ballad dan me-remix lagu-lagu mereka di beberapa konser live (thanks youtube!). Yang paling keren sih yang sorry sorry answer menurut saya. Suara dan video-nya keren abis grauk grauk (see youtube, please).



(ini favorit saya prikitiww)


(yang ini juga favorit saya :*)


udah ah, sungguh sejujurnya saya ngerasa freak nih :">



(fix ini saya memang lemah sama cowok-cowok lucu ber-jas)

Kamis, 12 Agustus 2010

a cup of memories

Beberapa hari yang lalu, saya menemukan buku harian saya yang terselip di dalam lemari meja belajar kosan. Well, tadinya saya udah deg-degan karena mengira buku harian itu terbawa ke rumah saat saya pindah kosan. Mampuslah awak kalo sampai kebaca orang rumah.


Pertamakali saya menorehkan tinta di buku biru tersebut adalah di tahun 2004. Halaman satu isinya menjelaskan bahwa buku harian itu saya dapatkan dari sahabat-sahabat SMA saya sebagai hadiah ulangtahun. Selalu ada semacam kata-kata "dear diary" atau "halo diar" sebagai kata-kata pembuka di baris pertama sebelum saya mencurahkan isi hati. Tak banyak yang saya tulis sebenarnya; tidak sampai setengah buku. Dan tertanggal bulan Mei 2009 adalah kali terakhir saya menulis di buku itu. 


Setelah saya baca-baca kembali (sambil antara tertawa dan meringis), saya membuat kesimpulan secara garis besar mengenai diri saya:


1. Zaman SMA adalah masa di mana saya merasa sangat-sangat tidak percaya diri (terutama secara fisik). Beberapa tulisan, terang-terang mengeluhkan kenapa saya tidak cantik, tidak putih (benar-benar korban streotype cantik a la iklan produk kecantikan). 


2. Dari 2004-2009, kebanyakan yang saya tulis adalah mengenai perasaan saya terhadap lawan jenis. Dan sejak dulu (at least dimulai dari SMA kelas 1), ternyata saya lemah sekali dalam mengelola perasaan terhadap pria. Daripada cerita seneng-senengnya, ini mah lebih banyak kesuramannya -_- (eh atau memang saya nulisnya di saat suram aja kali ya).


3. Beberapa tulisan saya waktu SMA menggunakan huruf besar-kecil. Sadarlah anak muda, tulisan seperti itu sama sekali tidak keren. Susah untuk dibaca ulang. Mending ditulis dengan pulpen warna-warni, lebih manis dan menarik. Alhamdulillah, semakin ke halaman belakang, tulisan semakin rapih dan cantik (tergantung mood juga sih) .


4. Banyak keinginan zaman dulu yang dikabulkan Allah setelah saya kuliah. Dan ternyata saya sudah tidak menginginkannya lagi saat ini (artinya saya tidak pernah benar-benar membutuhkannya).


Lucu rasanya membaca isi hati saya dulu. Kadang pula miris. Ternyata dulu saya begini, ternyata dulu saya begitu. Yang dulu saya anggap biasa saja, sekarang tampak konyol. Yang dulu bergalau-ria tanpa beban, sekarang malas rasanya dicap "labil". Dulu kulit berminyak, sekarang jadi lebih kering (ciri-ciri penuaan?). 


Begitulah, saya beranjak dewasa (menolak dibilang tua). Dan saya memutuskan untuk melanjutkan tulisan dalam buku harian biru itu agar beberapa tahun lagi saya tetap memiliki bahan evaluasi (dan tertawaan tentunya) :D