Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Juni 2010

The Best Animation Movies Ever!

Sebenernya, saya bukan pecinta film animasi. Tapi, sisi bagus dari film animasi (karena rata-rata ditujukan untuk anak-anak), adalah film jenis ini selalu mengandung pesan moral yang disampaikan dengan lugas dan menarik. Kadang penyampaiannya terlalu mudah dan biasa, makanya jatuhnya tidak terlalu berkesan untuk saya.

Dan inilah film animasi yang benar-benar tak terlupakan untuk saya:

Lion King 1 1/2 menceritakan kisah Simba dkk melalui sudut pandang Timon dan Pumba. Unik dan lucunya keterlaluan!


Up adalah film animasi pertama yang bikin saya nangis berkali-kali selama di bioskop. Sangat menyentuh perasaan dan lucu sekaligus. Ide ceritanya juga original dengan plot yang tidak biasa. Belum lagi kualitas gambarnya juga sangat bagus. Ceritanya benar-benar unforgettable.



Saya lupa apakah saya pernah nonton Toy Story 1 dan 2, tapi Toy Story 3 ini benar-benar sangat bagus menurut saya. Lucu (dengan efek dramatisasi yang sangat tepat), ada kisah persahabatan yang mengharukan, memberikan pesan moral yang baik untuk anak-anak (dan semua orang), ditutup dengan ending yang bermakna.


Untuk film animasi, Disney/Pixar memang patut diberikan empat jempol!! Kualitas gambar terjamin, komposisi humor dan sisi moral juga tetap terjaga.

Sementara untuk kualitas gambar dan pewarnaan, saya juga menyukai kedua film animasi di bawah ini:


The Nightmare Before Christmas


Corpse Bride

Kedua film tersebut disutradarai/diproduseri oleh Tim Burton, salah satu sutradara/produser favorit saya. Style-nya memang selalu seperti itu: gelap, unik, dan cantik sekaligus. Hehe.

**Tidak sabar menanti film animasi Disney/Pixar berikutnya**

Rabu, 10 Maret 2010

When I Watch Movies

Kalau dipikir-pikir, saya sudah cukup lama tidak menonton film lewat DVD atau TV. Iya, salah satu hobi saya itu menonton. Tapi saya sukanya menonton di bioskop, di layar yang lebar dengan sound system yang menggelegar dan kursi yang nyaman. Boros sih, sekali nonton di bioskop minimal harganya sama dengan 3 DVD. Apalagi kalau anak ITB bisa download gratis tis tis lewat rileks.
Tapi gimana lagi ya? Saya orangnya susah fokus dan suasana studio bioskop sangat membantu saya untuk fokus dengan apa yang saya tonton. Coba kalau nontonnya di laptop atau TV, saya pasti tergoda untuk melakukan aktivitas lain (ke toilet-lah, internet dulu-lah, nyari udara segar dulu-lah bla bla bla).
Lagipula, somehow saya ngerasa di bioskop, suatu film jadi pasti jadi 'lebih' segalanya.. lebih lucu, lebih sedih, lebih keren, lebih manis... Dan menonton bersama banyak orang itu lebih menyenangkan (meskipun tidak disarankan untuk menonton bersama orang yang hobi menyela di tengah film).
Lagipula, sayang kan udah bayar tiket mahal-mahal kalau nontonnya nggak fokus. Haha.
Makanya, saya sangat suka nonton di bioskop :)

Minggu, 07 Maret 2010

Gading-Gading Ganesha (Bahwa Cinta Itu Ada)

Gading-Gading Ganesha a.k.a Bahwa Cinta Itu Ada jelas bukanlah suatu film yang patut diacungi jempol. Skenario yang dangkal, alur cerita yang berantakan, akting yang kaku, adegan-adegan yang absurd.. walau temanya cinta dan persahabatan, tapi saya sama sekali tidak menangkap chemistry dari kedua hal tersebut.
Dan rasanya satu studio (yang saya yakin isinya anak ITB semua) setuju bahwa film yang disutradarai oleh Sujiwo Tejo itu jauuuuhhh sekali dari ekspektasi kami. Oh well, saya rasa ekspektasi kami memang terlalu tinggi. Apa sih yang bisa diharapkan dari film perdana seorang sutradara yang biasanya menyutradarai pewayangan? (well, bukannya menyutradai pewayangan itu mudah.. tapi kedua bidang tersebut sangat berbeda kan?)
Yah, saya cukup senang melihat kampus saya di layar lebar.. plus nama PSTK yang disebutkan di salah satu adegan tentunya. Saya pernah mendengar, Sujiwo Tejo ini memang sempat menjadi anggota PSTK sebelum keluar dan mendirikan unit kebudayaan Ludruk.
Bagian lain yang saya sukai dari film ini mungkin beberapa lagu pengisinya. Seperti lagu yang dinyanyikan cewek berbaju merah di sebuah adegan di restoran dan sebuah lagu lama Sujiwo Tejo yang dinyanyikan ulang oleh Ario Wahab dan Sita RSD dengan judul baru "Selamat Datang Cinta" (lagu aslinya berjudul Anyam-Anyaman Nyaman.. ini lagu lamaa bangett, mungkin lagu zaman saya masih pake rok merah).

Overall, sayang sekali.. lebih baik menunggu film ini di ftp rileks :)