Rabu, 12 Desember 2012

Less than a month

Hellooo.. Jadi ceritanya udah kurang dari sebulan lagi menuju hari-H! Gimana yaa.. Gw dibilang deg-degan ya mayaan. Rasanya pengen langsung loncat ke hari H biar ndak galau-galau dan ndak ribet lagi dengan segala printilan kawinan ini.
Alhamdulillah insya Allah persiapannya udah 90 persen-lah~
Thanks for mom and dad yang udah mempersiapkan segalanya O:-)
Calon pengantennya malah kebanyakan duduk manis aja di kantor hihi. Ibarat nanti tinggal dikostumin, disahkan, lalu dipajang 3 jam di pelaminan. Setelahnya bisa halal bikin anak deh mwahahaha.

Ah, gimana ya nanti rasanya jadi istri orang?? Pokoknya gw harus bahagia, jauh lbh bahagia dari sekarang.
Walau kata orang nikah itu banyak tantangannya, tapi daku Bismillah aja deh. Kalau tujuannya baik mah insya Allah dimudahkanlah yaa.. Nikah kan juga perintah agama, masa sih Allah menyulitkan umatnya yang hendak menunaikan ibadah. Ceile bahasa gw ustadzah bener. Pokoknya usaha dan berdoa deh ;)

Minggu, 07 Oktober 2012

Wedding Preparation

Ngga seperti layaknya calon pengantin lain yang harusnya disibukan dengan urusan gedung, catering, pakaian, dekorasi, etc etc, karena tempat mukim saya saat ini jauh dari lokasi domisili ortu (di mana semua akan berlangsung), bisa dibilang saya ini calon pengantin dengan nyaris zero contribution.

Semua urusan saya serahkan pada kedua orangtua (beserta pasukannya) dan tentu saja, segala sesuatunya juga saya pasrahkan pada Allah SWT.

Dengan waktu yang cukup sempit (eaaaa), saya ngga keberatan dengan konsep yang simple aja. Untuk gedung, Alhamdulillah sudah di-book untuk tanggal yang kami inginkan. Buat catering, kayaknya Ibu saya masih bingung apa pakai catering dari Jakarta atau dari Cilegon (saya sendiri sih milih catering dari Jakarta aja, secara seumur-umur kondangan di Cilegon rasa makanannya biasa-biasa saja, ngga spesial.. malah banyak juga yang rasanya ga enak. Cuma kalau dari Jakarta, karena agak jauh pasti resikonya lebih tinggi dan bikin lebih deg-degan jjuga). Sementara untuk dekor, foto + liputan, pakaian... mmm.. masih big question mark nih. Begitupula dengan musiknya. Sebenernya kalo cita-cita jaman kuliah sih, pengennya pake gamelan beneran, terus yang main temen-temen seangkatan dari PSTK ITB.. cuma ya hari gini semua kan udah pada sibuk dan tersebar dimana-mana, ga yakin juga mereka bisa datang semua. Kalau pake adek-adek kelas PSTK.. mmm.. kurang feel-nya, meski sama-sama PSTK hehe (soalnya udah hampir-hampir ga ada yang saya kenal di angkatan 2010 ke bawah). Kalau di-approve oleh Maha Raja, pengen deh pake mini-orchestra. Kalau bisa, Suju jadi wedding singer-nya #ngayaldotcom 

Urusan yang saya agak ragu memasrahkannya pada orangtua adalah urusan pakaian dan make-up. Sebagai cewek, saya pasti pengen tampil paling manglingi di acara kawinan sendiri. Paling cakep, paling menarik perhatian. Saya timbang-timbang sih kayaknya hari gini udah ga sempet lagi kalau mau jahit kebaya~ paling masuk akal di jaman sekarang sih ya nyewa aja. Cuma ya itu.. kalau mau nyewa yang bagus-bagus plus test make-upnya, so pasti gw harus survey-survey dong ke Jakarta.. which lagi-lagi karena tempat tinggal saya di ujung dunia, agak berat kalau harus sering-sering pulang ke pulau Jawa. Aaaa.. sampai detik ini saya masih bingung.. Lama-lama pake prinsip "pake karung juga gapapa, yang penting nikah, halal, kawin" deh -_-"

Dan berikutnya... undangan dan souvenir! Kalau sempet saya pengen nyumbang desain untuk undangan dan souvenir.. ya pokoknya pengen ada sentuhan kustomisasi dari saya deh~ bentuknya kayak gimana, liat aja nanti.. dan semoga bisa menuhin tenggat waktu desain ke Maha Raja dan Maha Ratu. 

Sekian dulu ah sharing-nya~ Buat yang ga sengaja baca ini tulisan, mohon doanya ya semoga segala sesuatunya dimudahkan XD

Regards,

Arresty



Minggu, 09 September 2012

i am galau so i draw

mungkin ini yg dinamakan writer's block.. dari dulu pengen nulis yg bener gitu tapi kok ya otak dan tangan gw ga sinkron gini. mungkin syaraf gw terganggu jadi pesan si otak ga nyampe bener di tangan gw. ibarat nyampein pesan pake burung merpati, di tengah jalan burungnya diketapel.. ga mati sih, cuma keplek-keplek aja..

so gw belakangan ini lagi kembali ke salah satu hobi lama gw, yaitu ngegambar. gara2 instagram, jadi nemuin ilustrasi2 lucu yang menginspirasi gw untuk menjamah peralatan ngegambar gw lagi.. well, sebenernya semua pensil, cet air, pulpen, kuas dst gw harus beli baru sih karena emang gw ga punya T-T

biar gw kata ngegambar itu hobi sejak dulu, sayangnya kemampuan gw ga bertambah seiring waktu. pasti gw gambarnya cewek dan angle-nya dari depan. tok. itu aja yang bisa dan senang gw gambar. akan belajar sih supaya gw bisa gambar macem2.. ya salah satunya pengen ngegambar model telanjang... ngegambar binatang maksudnya *kriuk kriuk garing*

jadi hari ini gw menghabiskan hari minggu gw yang berharga ini untuk menggambar (selain menggalau). mayan dapat 6 karakter cewek.. yah emang butut sih gambarnya tapi lumayanlah daripada lumanyun *kriuk kriuk garing*

masterpiece of today menurut gw adalah ilustrasi bora dan gain. dua-duanya anggota girlband korea. sama-sama cakep dan punya kaki bagus *gw penyuka kaki cakep*

yang bora kostumnya diambil dari performance alone dan kalo gain, itu jelas ya kostum sixth sense. namanya juga cupu dan galau, ya dimaklumi saja kalo butut. masih harus sering2 ngunduh tutorial yutub... tutorial kamasutra ya maksudnya *kriuk kriuk garing*

sori ya gw nulisnya sok asik gini.. padahal pas nulis ini gw lagi nangis-nangis lho... kenapa nangis? karena aku ini binatang jalang, dari kumpulan yang terbuang.....


Rabu, 22 Agustus 2012

So Long

Udah lama banget gw ga post apa-apa di blog ini. Sebenernya banyak yg pengen gw curhatin, cuma pas gw mau nulis pasti langsung stuck. Bingung.

Dan tau-tau udah lebaran aja.

Mohon maaf lahir dan batin ya semuanya.

Aaaaa.. Gw ga pengen balik lagi ke balikpapan.

Tuh kan baru nulis segini aja mood gw udah ilang. Udah ah.

Sabtu, 07 Juli 2012

Sunday Afternoon


Pagi ini aku duduk di dekat jendela, di atas kasurku yang memang berhimpitan langsung dengan celah 1x1 meter itu. Tirai krem lusuh yang sehari-harinya membungkus rapat jendela kamarku telah tersingkap, memberikan akses untuk kedua mataku memandang ke luar melalui kaca transparan yang permukaannya berselaput debu tipis.  

Cahaya matahari menyambut retina mataku, merefleksikan pantulan atap-atap rumah—ada yang berupa seng berkarat, adapula yang terbuat dari genting-genting oranye mulus. Di rumah seberang, kulihat segambreng jemuran menari-menari pelan tertiup angin. Hey, ini sedang hujan. Memang hanya rintik semata, namun cukuplah membuat pakaian-pakaian basah itu apek nantinya. Ah ya sudahlah, bukan urusanku juga kan?

Kumiringkan sedikit kepalaku, lalu kulihat jalanan yang terlalu lengang untuk ukuran jalan besar di pukul dua siang.  Mungkin semua orang lebih suka menyembunyikan dirinya di balik selimut mereka yang hangat ketimbang keluar, bertarung dengan tetes hujan asam dan cipratan genangan air kotor. Atau memang suasana kala hujan yang sejuk membuat ranjang kita menjadi tempat ternyaman di muka bumi. Ups, mungkin teori itu hanya berlaku untuk kuli kantor pemalas semacam aku yang menganggap ranjang adalah kawan terbaik di kala Sabtu.

Lalu terdengar bunyi deru pesawat terbang agak rendah.. Kadang aku takut jika bunyi itu terdengar terlalu jelas, terlalu memekakan telinga. Di kepalaku langsung terbayang berita-berita pesawat jatuh menimpa perumahan penduduk. Paranoid. Kenyataannya, tempat tinggalku ini memang tak jauh dari bandara satu-satunya di kota. Hampir setiap hari aku bisa melihat pesawat hilir-mudik di atas langit biru bercorak awan putih.

Aku cukup menyukai kota ini. Balikpapan. Tidak seperti aku mencintai Bandung, tapi kelebihannya, kota ini terletak benar-benar tepat di tepi laut. Laut yang memisahkan Kalimantan dengan Sulawesi. Sebagai orang Indonesia yang khatam dengan bencana-bencana alam, tentu pertanyaan polos yang pertamakali terlintas adalah, “apa penduduk kota ini tidak takut dengan ombak tinggi?” . Pertanyaan yang langsung dikonfirmasi sopir taksi argo yang aku tumpangi ketika pertamakali aku menjejak tanah Kalimantan

 “Laut di sini aman kok, mbak,” katanya dengan logat Jawa yang kental. Tentu saja aman, jika tidak, apa berani perusahaan-perusahaan minyak itu membangun kilang-kilang di sini?

Kantorku terletak di Jalan Minyak. Sebuah kantor tanpa plang, seperti malu-malu menyembul di antara kantor-kantor perusahaan milik negara. Untuk mencapainya, aku menjadi pelanggan setia angkot nomor 6. Taksi, demikian mereka menyebut angkot di sini. Untuk taksi sedan, mereka menamakannya taksi argo. Angkot di Balikpapan terasa lebih nyaman dari angkot di Pulau Jawa berkat kursi-kursi penumpang yang didesain menghadap ke depan. Tempat sampah—meski kebanyakan hanya berupa kotak-kotak plastik lusuh—hampir selalu tergolek di dekat pintu keluar-masuk penumpang.  Tak heran kota ini berkali-kali menerima Adipura.

Menuju kantor, jalanan dengan kontur berbukit-bukit, pantai, dan pelabuhan menjadi santapan sehari-hari dalam perjalananku. Sudah menjadi kebiasaanku sekarang untuk memilih duduk di samping sopir, karena di sanalah aku mendapatkan akses terbaik untuk melihat ke segala arah. Dengan segala kegetiranku dengan kehidupan profesionalku, entah mengapa memandang laut biru yang seakan tak berbatasan dengan langit dari atas bukit menjadi semacam ajang relaksasi. Sedikit menenangkan kegusaran dan keengganan yang bersarang di dalam hatiku. Sedikit.

Hujan belum juga berhenti. Entah mengapa, belakangan ini awan hujan tak bosan-bosan menangis. Ah, mellow... suasana mendung seperti pengiring setia sebuah kesedihan. Sama seperti lantunan gamelan yang mengiring pengantin menuju pelaminan. Pahit dan manis... semua kejadian dalam hidup ini nampaknya selalu membutuhkan efek dramatis.

Minggu, 01 Juli 2012

Ahead

Kadang gw ngerasa kalo gw adalah orang yang sering mengambil keputusan berdasarkan spontanitas semata. Kata "iya" dan "ngga"-nya gw pun sering kali gw katakan tanpa dipikir baik-baik, which means yang iya ternyata bisa jadi ngga dan yang ngga bisa jadi iya. Aduh jadi agak ribet gini ya kalimatnya.

Intinya, karena suka ga banyak mikir, sepanjang hidup gw jadi sering berbelok dari tujuan-tujuan semula gw. Oke, emang sih so far gw merasa tujuan hidup gw belom bener-bener settle di satu pemikiran.. but at least, adalah keinginan-keinginan yang selama bertahun-tahun terus hidup di dalam benak gw tapi emang gw-nya aja yang belum tergerak untuk mengejar keinginan itu. Dan karena gw orangnya "belok-belok" kayak tadi, gw merasa posisi gw jadi semakin jauh dari hal-hal yang gw inginkan tersebut. Terus cuma bisa iri deh sama temen-temen yang sedikit demi sedikit sudah melangkah menuju impian mereka.

Baiklah, gw harus bener-bener memutuskan apa yang sebenernya gw inginkan.. memutuskan hal-hal apa yang ingin gw capai dalam hidup gw, mencari tahu letak titik kebahagiaan tertinggi gw... sebelum gw telanjur mengambil keputusan-keputusan yang mungkin akan merubah hidup gw selamanya. Gw harus belajar berpikir 1000 kali dulu sebelum memutuskan, apalagi kalau keputusan gw melibatkan banyak orang, terutama orangtua gw. Gw ga pengen bikin khawatir, apalagi bikin sedih, orang-orang di sekitar gw. Gw harus punya proposal yang mantap untuk kehidupan gw.

Dan begini-begini, gw sudah bosan menjadi orang galau. Udah tuwek masih aja galau, CUPU.