Minggu, 09 September 2012

i am galau so i draw

mungkin ini yg dinamakan writer's block.. dari dulu pengen nulis yg bener gitu tapi kok ya otak dan tangan gw ga sinkron gini. mungkin syaraf gw terganggu jadi pesan si otak ga nyampe bener di tangan gw. ibarat nyampein pesan pake burung merpati, di tengah jalan burungnya diketapel.. ga mati sih, cuma keplek-keplek aja..

so gw belakangan ini lagi kembali ke salah satu hobi lama gw, yaitu ngegambar. gara2 instagram, jadi nemuin ilustrasi2 lucu yang menginspirasi gw untuk menjamah peralatan ngegambar gw lagi.. well, sebenernya semua pensil, cet air, pulpen, kuas dst gw harus beli baru sih karena emang gw ga punya T-T

biar gw kata ngegambar itu hobi sejak dulu, sayangnya kemampuan gw ga bertambah seiring waktu. pasti gw gambarnya cewek dan angle-nya dari depan. tok. itu aja yang bisa dan senang gw gambar. akan belajar sih supaya gw bisa gambar macem2.. ya salah satunya pengen ngegambar model telanjang... ngegambar binatang maksudnya *kriuk kriuk garing*

jadi hari ini gw menghabiskan hari minggu gw yang berharga ini untuk menggambar (selain menggalau). mayan dapat 6 karakter cewek.. yah emang butut sih gambarnya tapi lumayanlah daripada lumanyun *kriuk kriuk garing*

masterpiece of today menurut gw adalah ilustrasi bora dan gain. dua-duanya anggota girlband korea. sama-sama cakep dan punya kaki bagus *gw penyuka kaki cakep*

yang bora kostumnya diambil dari performance alone dan kalo gain, itu jelas ya kostum sixth sense. namanya juga cupu dan galau, ya dimaklumi saja kalo butut. masih harus sering2 ngunduh tutorial yutub... tutorial kamasutra ya maksudnya *kriuk kriuk garing*

sori ya gw nulisnya sok asik gini.. padahal pas nulis ini gw lagi nangis-nangis lho... kenapa nangis? karena aku ini binatang jalang, dari kumpulan yang terbuang.....


Rabu, 22 Agustus 2012

So Long

Udah lama banget gw ga post apa-apa di blog ini. Sebenernya banyak yg pengen gw curhatin, cuma pas gw mau nulis pasti langsung stuck. Bingung.

Dan tau-tau udah lebaran aja.

Mohon maaf lahir dan batin ya semuanya.

Aaaaa.. Gw ga pengen balik lagi ke balikpapan.

Tuh kan baru nulis segini aja mood gw udah ilang. Udah ah.

Sabtu, 07 Juli 2012

Sunday Afternoon


Pagi ini aku duduk di dekat jendela, di atas kasurku yang memang berhimpitan langsung dengan celah 1x1 meter itu. Tirai krem lusuh yang sehari-harinya membungkus rapat jendela kamarku telah tersingkap, memberikan akses untuk kedua mataku memandang ke luar melalui kaca transparan yang permukaannya berselaput debu tipis.  

Cahaya matahari menyambut retina mataku, merefleksikan pantulan atap-atap rumah—ada yang berupa seng berkarat, adapula yang terbuat dari genting-genting oranye mulus. Di rumah seberang, kulihat segambreng jemuran menari-menari pelan tertiup angin. Hey, ini sedang hujan. Memang hanya rintik semata, namun cukuplah membuat pakaian-pakaian basah itu apek nantinya. Ah ya sudahlah, bukan urusanku juga kan?

Kumiringkan sedikit kepalaku, lalu kulihat jalanan yang terlalu lengang untuk ukuran jalan besar di pukul dua siang.  Mungkin semua orang lebih suka menyembunyikan dirinya di balik selimut mereka yang hangat ketimbang keluar, bertarung dengan tetes hujan asam dan cipratan genangan air kotor. Atau memang suasana kala hujan yang sejuk membuat ranjang kita menjadi tempat ternyaman di muka bumi. Ups, mungkin teori itu hanya berlaku untuk kuli kantor pemalas semacam aku yang menganggap ranjang adalah kawan terbaik di kala Sabtu.

Lalu terdengar bunyi deru pesawat terbang agak rendah.. Kadang aku takut jika bunyi itu terdengar terlalu jelas, terlalu memekakan telinga. Di kepalaku langsung terbayang berita-berita pesawat jatuh menimpa perumahan penduduk. Paranoid. Kenyataannya, tempat tinggalku ini memang tak jauh dari bandara satu-satunya di kota. Hampir setiap hari aku bisa melihat pesawat hilir-mudik di atas langit biru bercorak awan putih.

Aku cukup menyukai kota ini. Balikpapan. Tidak seperti aku mencintai Bandung, tapi kelebihannya, kota ini terletak benar-benar tepat di tepi laut. Laut yang memisahkan Kalimantan dengan Sulawesi. Sebagai orang Indonesia yang khatam dengan bencana-bencana alam, tentu pertanyaan polos yang pertamakali terlintas adalah, “apa penduduk kota ini tidak takut dengan ombak tinggi?” . Pertanyaan yang langsung dikonfirmasi sopir taksi argo yang aku tumpangi ketika pertamakali aku menjejak tanah Kalimantan

 “Laut di sini aman kok, mbak,” katanya dengan logat Jawa yang kental. Tentu saja aman, jika tidak, apa berani perusahaan-perusahaan minyak itu membangun kilang-kilang di sini?

Kantorku terletak di Jalan Minyak. Sebuah kantor tanpa plang, seperti malu-malu menyembul di antara kantor-kantor perusahaan milik negara. Untuk mencapainya, aku menjadi pelanggan setia angkot nomor 6. Taksi, demikian mereka menyebut angkot di sini. Untuk taksi sedan, mereka menamakannya taksi argo. Angkot di Balikpapan terasa lebih nyaman dari angkot di Pulau Jawa berkat kursi-kursi penumpang yang didesain menghadap ke depan. Tempat sampah—meski kebanyakan hanya berupa kotak-kotak plastik lusuh—hampir selalu tergolek di dekat pintu keluar-masuk penumpang.  Tak heran kota ini berkali-kali menerima Adipura.

Menuju kantor, jalanan dengan kontur berbukit-bukit, pantai, dan pelabuhan menjadi santapan sehari-hari dalam perjalananku. Sudah menjadi kebiasaanku sekarang untuk memilih duduk di samping sopir, karena di sanalah aku mendapatkan akses terbaik untuk melihat ke segala arah. Dengan segala kegetiranku dengan kehidupan profesionalku, entah mengapa memandang laut biru yang seakan tak berbatasan dengan langit dari atas bukit menjadi semacam ajang relaksasi. Sedikit menenangkan kegusaran dan keengganan yang bersarang di dalam hatiku. Sedikit.

Hujan belum juga berhenti. Entah mengapa, belakangan ini awan hujan tak bosan-bosan menangis. Ah, mellow... suasana mendung seperti pengiring setia sebuah kesedihan. Sama seperti lantunan gamelan yang mengiring pengantin menuju pelaminan. Pahit dan manis... semua kejadian dalam hidup ini nampaknya selalu membutuhkan efek dramatis.

Minggu, 01 Juli 2012

Ahead

Kadang gw ngerasa kalo gw adalah orang yang sering mengambil keputusan berdasarkan spontanitas semata. Kata "iya" dan "ngga"-nya gw pun sering kali gw katakan tanpa dipikir baik-baik, which means yang iya ternyata bisa jadi ngga dan yang ngga bisa jadi iya. Aduh jadi agak ribet gini ya kalimatnya.

Intinya, karena suka ga banyak mikir, sepanjang hidup gw jadi sering berbelok dari tujuan-tujuan semula gw. Oke, emang sih so far gw merasa tujuan hidup gw belom bener-bener settle di satu pemikiran.. but at least, adalah keinginan-keinginan yang selama bertahun-tahun terus hidup di dalam benak gw tapi emang gw-nya aja yang belum tergerak untuk mengejar keinginan itu. Dan karena gw orangnya "belok-belok" kayak tadi, gw merasa posisi gw jadi semakin jauh dari hal-hal yang gw inginkan tersebut. Terus cuma bisa iri deh sama temen-temen yang sedikit demi sedikit sudah melangkah menuju impian mereka.

Baiklah, gw harus bener-bener memutuskan apa yang sebenernya gw inginkan.. memutuskan hal-hal apa yang ingin gw capai dalam hidup gw, mencari tahu letak titik kebahagiaan tertinggi gw... sebelum gw telanjur mengambil keputusan-keputusan yang mungkin akan merubah hidup gw selamanya. Gw harus belajar berpikir 1000 kali dulu sebelum memutuskan, apalagi kalau keputusan gw melibatkan banyak orang, terutama orangtua gw. Gw ga pengen bikin khawatir, apalagi bikin sedih, orang-orang di sekitar gw. Gw harus punya proposal yang mantap untuk kehidupan gw.

Dan begini-begini, gw sudah bosan menjadi orang galau. Udah tuwek masih aja galau, CUPU.

Sabtu, 30 Juni 2012

The Number 6



Ngga terasa, akhirnya album ke-6 Super Junior rilis dini hari ini!! SEXY, FREE, & SINGLE!!!

Kyuhyun 1/4 telanjang dada. Baiklah. I LOVE SUJU.




Minggu, 24 Juni 2012

(masih) mencari passion

Finding passion itu bagi gw sama seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Misterius banget cuy. Bahkan gw ga yakin Sherlock Holmes atau Getbackers bisa membantu gw menemukan hal yang satu itu (naon ini gw ngelindur apa).

Sampe detik ini, gw masih merasa rancu dengan apa yang sebenernya gw inginkan dalam hidup gw. Selama ini gw merasa minat gw terlalu luas. Ini-itu kelihatannya menarik, pengen nyoba ini pengen nyoba itu. Sampe migrasi ke Kalimantan pun gw lakukan mostly karena gw penasaran seperti apa rasanya kerja di perusahaan asing nun jauh di luar pulau Jawa sana.. dan untuk itu, gw memilih meninggalkan ultra-comfort zone gw di kampung halaman.

Tapi setelah beberapa saat menjalani kehidupan baru gw, tersadarlah gw kalau hidup itu ngga bisa cuma mengandalkan rasa penasaran lo. I mean, kalo lo mau settle, lo mau bahagia, sebelumnya lo harus bisa mengidentifikasi apa sih kebahagiaan itu dalam versi lo sendiri. Sumber-sumber kebahagiaan masing-masing orang itu berbeda kan. Belum tentu sumber kebahagiaan orang lain bisa berefek sama ke elo. Lo harus gali terus, lo harus mengenali diri lo.. so, mungkin mencari kebahagiaan itu sama artinya dengan mencari jati diri ya.

Well, tapi kok sedihnya makin hari kebahagiaan itu semakin identik dengan pride dan materi yang seseorang miliki yaa. Dia makin kaya, makin tinggi kedudukannya, artinya dia semakin sukses.

Sukses = kebahagiaan.

Selama ini kesannya orang miskin itu selalu saja menderita, pihak terpinggirkan, dan tak bahagia.. padahal gw rasa, belum tentu mereka yang kita sebut orang miskin itu tidak bahagia. Sekali lagi, gw percaya, sangat percaya, dan bertambah percaya kalau bahwasanya kebahagiaan itu datangnya dari dalam diri kita. Bukan dari materi atau faktor-faktor eksternal lain yang sifatnya hanya mendorong pride saja. Hanya diri kita yang tahu pasti apa yang membuat kita bahagia. Mungkin benar, ada orang-orang yang menemukan kebahagiaan sejati dari karir yang ia jalani.. tapi ada juga yang mungkin sudah sangat bahagia menjadi ibu rumah tangga yang mengabdi pada keluarga.. ya itu, kita bisa bahagia kalau kita sudah tahu pasti sumber kebahagiaan kita. Sama seperti kita pasti dapat nilai 100 dalam ujian kalau kita tahu semua jawabannya.

Ya, jadi singkatnya gw pengen bahagia. Gw pengen merasakan excitement lagi dalam kehidupan gw. Gw pengen banget merasakan bahwa yang namanya terbangun itu lebih baik dari tertidur karena kenyataan terasa lebih indah daripada mimpi.

Oke, ini emang post yang agak ga jelas. Ditulis karena gw agak desperado sama kehidupan gw yang sekarang. GW CUMA PENGEN BAHAGIA KOK.