Rabu, 31 Maret 2010

Tanggap Warsa 39 PSTK ITB



Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa proudly presents:

TANGGAP WARSA 39 PSTK-ITB

(Tanggap Warsa is kromo inggil for "Anniversary")

3 days full of Javanese traditional culture: wayang, batik workshop, culinary festival, traditional dance, gamelan, and sendratari (see the poster for more details)

Save our culture, be there! :)

La Vie en Rose

*Judulnya ngasal doang dan tak berkaitan dengan apa yang mau saya tulis*

Setelah saya perhatikan, ternyata kebanyakan postingan saya di blog ini panjang-panjang yaa..
Yes, it takes a lot of words for me to describe the stories, I love the writing process. But I don't know whether it was effective or not.
Padahal saya sendiri tipe yang males baca blog orang yang isinya panjang-panjang, kecuali emang kalau postingannya menarik. Hehe.

Karena itu, lain kali saya juga akan nge-post dengan kalimat yang ga panjang-panjang deh (kecuali kalau ceritanya memang panjang) :D

Senin, 29 Maret 2010

Random





I don't know.. sometimes I feel so random.
I want to cry but can't find the reason why I have to cry
I want to laugh but there's no such funny things to laugh at
My mind, my heart.. they're going somewhere
Hard to focus, unconsciously I trap myself inside this circle
That's why I need people around
They keep me staying on earth, they take over my vision
Even though I don't say anything at all.. me with my silent mouth
I don't know.. sometimes I miss my childhood
Call me spoiled, but I just want to hug my mother now
Tell her I did many mistakes, I worried many things on my future
And I know my mother will simply tell me "don't worry, everything will be okay"
Sometimes I feel alone when I enter my bed room
And find the wall hiding the sun behind
I want to make it fall into pieces
Shouting out my thoughts
Then I can run, run, run
But where do I go?
The blank point will still exist, no matter where I am...

I don't know, this 3-day nonstop headache has messed me up
.... or maybe I just forget to be thankful?

update : then everything's going fine after I eat a bowl of muntahu, practice for sendratari, and laugh. thanks God :)

Saya dan Leonardo DiCaprio




Ada satu persamaan besar antara saya dan Leonardo DiCaprio

Bukan, bukan karena kami adalah sesama manusia yang dianugrahkan penampilah lahiriah yang indah rupawan (haha sampah).

Bukan pula karena akting kami berdua sama-sama menawan (Leo dalam film-film Hollywood, saya dalam drama G30S PKI zaman SMP--saya berperan ganda menjadi DN Aidit dan AH Nasution by the way)

Kami berdua memiliki nasib yang erat berkaitan karena tidak lain dan tidak bukan karena..... *jreng, jreng*

FROZEN
YOGURT!!

Kami berdua sama-sama suka Frozen Yogurt :D

Mas Leo bahkan sampai membeli alat pembuat frozen yogurt (disingkat froyo) di rumahnya supaya dia bisa menikmati froyo kapan saja.

Kalo saya sih awalnya ngga suka sama yogurt, asam-asam kecut gitu sih. Tapi berkat suatu hari saya nyicip yogurt bubble gum Sour Sally, tiba-tiba saya jadi menyadari kalau yogurt itu ternyata enak banget yaaa. Asam-manis dan segar di lidah. Tapi berhubung Sour Sally mahal, saya lebih sering nyicip yogurt J.Cool-nya J.Co. Enak juga kok, asam lembut segar.. apalagi kalo pake topping mochi strawberry dan buah-buahan. Yummy~

Sebenernya kalo lagi ada duit lebih, saya pengen lebih sering nyicip2 berbagai jenis frozen yogurt. Sour Sally, Smitten, Tutti Fruti, Icy Blue .. terus denger-denger sekarang ada froyo Red Mango di PVJ. Kata teman saya, Red Mango ini froy yang terkenal paling enak di US.. hmmm, jadi penasaran deh. Awal April nanti deh saya coba ;)

Btw, froyo ini juga makanan sehat lho. Bagus untuk pencernaan dan daya tahan tubuh plus kandungan kalori yang rendah ga akan bikin kegemukan (bahkan meskipun bikin gendut pun saya pasti akan tetap suka :p).

Ah, saya jadi kepengen beli mesin pembuat froyo juga kayak Mas Leo :D

Minggu, 28 Maret 2010

Dewasa Itu... #Part 2

Seorang teman saya pernah berkata bahwa di dunia ini tidak ada yang bisa lebih kita percayai selain Allah. Sangat masuk akal menurut saya. Karena hanya Allah yang tidak akan meninggalkan kita. Simple-nya, jika kita benar-benar mempercayai Allah dan berusaha menjalankan hidup ini sesuai dengan perintah-Nya, Allah pun akan selalu menjaga kita dan memberikan yang terbaik untuk kita.

Kurang-lebih sama seperti apa kata guru saya yang mengatakan bahwa semua hal yang kita jalankan harus karena Allah, untuk mendapat ridha-Nya. Insya Allah, kalau niat kita sudah baik dan benar, Allah pun akan menunjukan jalan yang benar. Bahkan saat kita melanggar perintahNya pun, Allah masih tetap sayang dengan kita dengan memberikan teguran. So true.

Karena itu, jangan takut untuk menjalankan tanggungjawab dan mengikis egoisme kita kalau memang kita yakini hal itu benar.

Satu lagi tentang kedewasaan adalah tentang penerimaan terhadap diri sendiri. Banyak yang bilang, dewasa adalah saat kita menemukan jati diri kita sendiri. Dan jati diri itu tidak untuk dicari, tapi untuk dibentuk. Dan jati diri terbentuk ketika kita telah melewati berbagai pengalaman, mengambil hikmah yang baik dari semua pengalaman itu, dan menerima kelemahan kita. Alhamdulillah manusia diberi hati dan otak untuk selalu bisa mengambil pelajaran dari apa yang ia alami dalam hidupnya. Oh, dan tentu saja sekali lagi kita juga harus mengikis egoisme dan belajar menerima orang lain di sekitar kita apa-adanya. Karena kita sendiri pun tidak akan pernah bisa sempurna, demikian pula orang lain. We have to treat people right if we want them to treat us right. Perlakukan orang lain, yang bahkan berbeda pandangan dengan kita, dengan sepantasnya.

Dan saya pribadi berpendapat bahwa menjadi dewasa itu berat. Saya sendiri pun belum bisa menjalankan kehidupan saya seperti opini-opini di atas. Saya masih banyak melakukan tindakan-tindakan egoisme, masih sering lalai dengan tanggungjawab saya kepada lingkungan sekitar saya dan juga masih sering melalaikan kewajiban untuk selalu menuruti perintahNya. Dan terutama, saya masih sering lupa bersyukur dan banyak mengeluh. Huhu.

Tapi, seperti yang tadi saya sudah bilang, menjadi dewasa itu keharusan. Ayo kita belajar untuk menjadi seorang yang dewasa-- dalam impian saya: wanita muslimah dewasa yang anggun dan bijak :)

Dewasa Itu...

Ngga kerasa, kurang dari tiga bulan lagi usia saya akan menginjak 21 tahun. Yang berarti saya bukan warga negara minor lagi dan saya bisa menandatangani kontrak resmi dengan legal. Wah, cepat sekali ya waktu berlalu. Perasaan baru kemarin deh saya masih dengan imut-imutnya berangkat sekolah pake seragam dan membawa bekal. Eh tau-tau sebentar lagi saya harus nyari duit sendiri, dengan wajah yang tetap imut tentunya. Haha.

Dan pertanyaan saya, apakah jiwa saya sudah sedewasa usia fisik saya? Eh sebentar, malah pertanyaan terbesarnya adalah: dewasa itu apa sih?

Kalo saya renungkan dalam-dalam, dewasa adalah saat ketika kita harus belajar untuk menerima bahwa kita tidak bisa selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Coba lihat anak kecil yang bisa merengek-rengek minta dibelikan mainan oleh orangtuanya. Tentu kita tidak bisa lagi bersikap merengek-rengek seperti itu kan? Mau nggak mau, saat menginginkan sesuatu, kita harus mempertimbangkan berbagai faktor lain selain faktor kepuasan pribadi. Dengan kata lain, dewasa adalah mengikis sikap egois kita dan berusaha memahami kondisi sekitar.

Dan menjadi dewasa menurut saya adalah keharusan, bukan sekedar pilihan. Mengapa? Tentu karena hidup ini seperti roda. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang kita bisa merasa memiliki dunia, tapi kadang yang kita miliki bisa hilang begitu saja dalam sekedipan mata. Oh well, sesungguhnya malah tidak ada yang benar-benar kita miliki karena semuanya adalah titipan Allah. Bahkan nyawa kita pun adalah titipanNya. Karena apapun yang dititipkan Allah bisa diambil kapan saja, kita harus selalu siap menghadapinya dengan bijak bukan?

Begitu pun dengan masalah tanggungjawab. Semakin dewasa usia, semakin banyak tanggungjawab yang harus diemban. Rasanya hidup seperti ter-setting begini: bayi-balita-TK-SD-SMP-SMA-kuliah-kerja-nikah-kerja-kerja-pensiun-selamat tinggal dunia. Dari yang kita ga bisa apa-apa tanpa bantuan orang lain, sampai tahap dimana kita yang harus menghidupi orang lain dan bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitar kita. Yah, itu juga kalau panjang umur sih. Dan menjadi dewasa, adalah ketika kita bisa menerima dan menjalankan tanggungjawab kita secara bertahap dengan baik, walau bahkan ketika kita tidak benar-benar menyukai tanggungjawab tersebut.

Ingat saja, "yang kamu sukai belum tentu baik untuk kamu dan apa yang tidak kamu sukai boleh jadi ternyata malah baik untuk kamu".

Yang kamu inginkan, belum tentu yang kamu butuhkan. Bicara seperti ini memang gampang, tapi kenyataannya memang sangat sulit untuk menerima bahwa terkadang kita memang tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Kadang, kita memang hanya bisa bersabar dan memasrahkannya pada Allah SWT. Dan semakin dewasa dan semakin kompleks tingkat permasalahan kita, nampaknya kita harus semakin berpegangan teguh pada Allah.

(to be continued)