Tampilkan postingan dengan label personal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label personal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Juli 2010

Jakarta Random

Kemarin Subuh, saya pergi ke Jakarta (naik travel) untuk interview kerja dengan sebuah bank swasta nasional. Nyampe Jakarta, saya mampir dulu ke rumah mbah saya lalu cabut ke Sudirman sekitar jam 10an. Dan ternyata wawancaranya berlangsung tidak sesuai harapan. Bidang yang ditawarkan berbeda dengan yang saya inginkan, jadi saya mengundurkan diri deh :p (daripada ga sesuai kata hati)

Biar kedatangan saya ke Jakarta ngga 100% sia-sia, akhirnya secara spontan saya memutuskan untuk jalan-jalan dulu. Jadilah saya naik busway dari Karet, menuju arah Kota. Tujuannya, saya pengen ke daerah Monas. Hehe.

Sekedar informasi, ini pertamakalinya saya naik busway sendirian. Terakhir (dan sekali-kalinya saya naik busway) adalah dua tahun yang lalu bersama sepupu-sepupu saya. Ya udahlah yaa, saya cukup pakai prinsip "malu bertanya sesat di jalan".

Seperti yang saya bayangkan, di busway pasti desek-desekan dan ga kebagian tempat duduk. Apalagi saat itu jam makan siang, bus-nya penuh dengan orang-orang kantoran. Yang penting ga kena macet sih :) Akhirnya saya gelantungan aja di deket pintu, di deket mas-mas yang jaga pintu biar gampang kalo mau nanya-nanya. Sepanjang perjalanan, saya ngeliatin pemandangan gedung-gedung pencakar langit di luar. Benar-benar berasa anak desa yang baru pertamakali ke ibukota. Di sinilah saya baru sadar, ternyata kalau naik mobil pribadi saya jarang nengok kanan-kiri :p

Tidak berapa lama kemudian, sampailah saya di halte Monas. Di kanan saya ada Monas, di kiri saya ada Museum Nasional. Mentari yang sedari tadi cukup menyengat, tergantikan hujan deras dan tentu saja saya tidak membawa payung -_- Ada ojek payung sih, tapi saya mikir-mikir dulu bisa ngga ya duit 10 ribu (beneran cuma segitu duit di dompet saya) dibagi untuk bayar ojek payung, tiket museum nasional, sama beli karcis busway buat pulang. Jelas nggalah ya.

Akhirnya saya nanya lokasi ATM BNI pada seorang bapak-bapak berwajah galak yang sedang menunggu hujan. Ketika ada ojek payung, dia malah menawarkan untuk barengan aja karena lokasi ATM berdekatan dengan kantornya di Gedung Mahkamah Konstitusi. Agak takut awalnya (inget harus hati-hati sama orang asing), tapi karena wajah beliau galak, saya malah jadi takut nolak. Untung ternyata orangnya benar-benar baik. Beliau bercerita bahwa adiknya dulu kuliah di ITB dan dia sendiri kuliah di FH-UI angkatan dua puluh tahun yang lalu.

Ternyata lokasi ATM berada di gedung Dephub yang terletak sebelum gedung MK. Saya disuruh ngebawa si payung dan dia sendiri berlari menembus hujan ke gedung MK. Aduh, terimakasih banyak ya bapak :) Akhirnya, tersisalah saya dengan anak kecil pengojek payung. Namanya Olivia (namanya keren ya), sekarang kelas 2 SMP dan sedang nyambi ngojekin payung karena sedang liburan. Huhu, jadi terharu. Tadinya saya mau ajakin dia ke Museum Nasional karena dia ternyata belum pernah ke sana. Tapi, ketika saya minta ia menunggu saya sebentar sementara saya masuk gedung Dephub untuk nyari sang ATM, ternyata dia sudah menghilang.

Akhirnya, saya ke Museum Nasional sendirian (oh iya, dari awal kan memang sendirian). Tiketnya 5000 perak saja. Duluuuuu saya pernah ke museum yang juga sering disebut museum Gajah ini (karena ada patung gajah di halaman depannya) bersama keluarga saya. Yah, pokoknya waktu saya masih piyik dan yang saya ingat hanya koleksi perhiasan-perhiasan emasnya yang cantik-cantik (dasar cewek).

Hari itu, museum dipenuhi oleh bocah-bocah bau matahari. Ramai. Museum Nasional dibagi menjadi dua, gedung lama dan gedung baru. Tapi pas saya tengok, gedung baru (yang cukup mewah dengan lantai marmer, tangga-tangga eskalator dan parkir basement) ternyata masih lengang, belum diisi dengan benda-benda koleksi apapun. Sementara gedung lama menempati sebuah gedung gaya kompeni dengan langit-langit tinggi, pintu-pintu besar, dan halaman yang luas dan asri.

Di halaman tersebut dipajang berbagai patung (entah patung asli atau replika) seperti di candi-candi. Ruangan pertama yang saya masuki adalah ruang etnografi tempat dipajang berbagai koleksi kebudayaan Indonesia dari Aceh hingga Papua. Ada koleksi kain, alat musik, perhiasan, senjata, dan lain-lain. Di bagian Jawa Tengah malah ada koleksi ranjang tempat tidur. Katanya menggambarkan kamar persembahan untuk Dewi Sri. Sementara di bagian Indonesia Timur, saya menemukan banyak patung-patung yang melambangkan nenek moyang dan ajimat-ajimat.

Selain ruang etnografi, ada pula ruang keramik tempat menyimpan berbagai keramik peninggalan dinasti Cina yang karam di lautan Indonesia. Ruangan ini agak kurang terawat menurut saya, berdebu dan kusam. Ada pula ruang koleksi kain-kain nusantara dengan corak unik berwarna-warni, tapi koleksinya tidak terlalu banyak. Satu ruang lagi yang saya kunjungi adalah ruang khasanah. Rupanya di sinilah tempat koleksi perhiasan-perhiasan dari berbagai daerah yang dulu pernah saya lihat. Datang ke sini rasanya seperti ke toko emas. Hehe.

Ah, tapi rasanya memang kurang asik kalau ke museum tanpa temen. Ga ada temen buat berbagi komentar soalnya :(

Setelah kurang lebih satu jam muter-muter sampai pegel, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke rumah mbah saya di daerah Bendungan Hilir. Dasar disorientasi, saya sempat nyasar-nyasar dulu di sekitar Atmajaya (ternyata Bendungan Hilir ada di sebrangnya toh). Dan karena ngga nemu angkot, saya jalan kaki dari sana sampai rumah mbah. PEGEL PISAN, mana LAPAR pula. Untuk melampiaskan kelelahan, saya mengamuk (makan dengan rakus) di restoran Padang deket rumah mbah.

Jam 6 saya balik lagi ke Bandung naik travel. Dan saya bertemu lagi dengan mbak-mbak karyawati yang tadi pagi juga satu travel sama saya. Ngobrol-ngobrolah saya dengan dia. Beruntungnya, karena dia tahu saya ngga punya pulsa, dia menawarkan untuk mengisikan pulsa lewat suaminya. Pas saya mau bayar, eh dia malah ga mau nerima. Aduh, jadi enak-enak ngga enak deh :">

Akhirnya saya tiba kembali deh di kosan saya yang rapih dan wangi (fakta) dengan utuh sekitar pukul 9 malam. Alhamdulillah.


Moral jalan-jalan random kali ini:

Jangan malu bertanya di jalan. Ga ada salahnya sok kenal sok dekat dengan orang-orang tidak dikenal di sekitar kita. Di dunia ini masih banyak orang baik kok :)

Sabtu, 26 Juni 2010

Temukan Perbedaannya!!






(Foto Tingkat Satu)



(Foto Tingkat Tiga)

HAHA

Maap sekarang sok imut :p

Kamis, 24 Juni 2010

Stop Motion

Tebal

Stop motion (also known as stop action or frame-by-frame) is an animation technique to make a physically manipulated object appear to move on its own. The object is moved in small increments between individually photographed frames, creating the illusion of movement when the series of frames is played as a continuous sequence (wikipedia)

Singkatnya, stop motion ini adalah semacam teknik animasi di mana gambar-gambar disatukan sehingga seolah-olah gambar tersebut bergerak.

Saya juga baru dikasih tau tentang istilah ini oleh Gracia dan tadi pagi dia menunjukan pada saya sebuah video musik yang dibuat dengan teknik stop motion. Judulnya Her Morning Elegance, dinyanyikan seorang penyanyi asal Israel bernama Oren Lavie.

Dan kesan saya langsung: WOW, KEREN PARAAAHH!!!

Setelah saya googling, ternyata video ini dibuat dari 2096 lembar foto dan memiliki popularitas yang sangat tinggi di youtube.com (dilihat lebih dari dua belas juta viewer).

Check the video!

Rabu, 23 Juni 2010

Crying in the Rain

Crying in the Rain by A-ha

I'll never let you see
The way my broken heart
is hurting me
I've got my pride and
I know how to hide
All my sorrow and pain
I'll do my crying in the rain

If I wait for stormy skies
You won't know the rain
from the tears in my eyes
You'll never know that
I still love you
So though the heartaches remain
I'll do my crying in the rain

Raindrops falling from heaven
Could never take away my misery
But since we're not together
I pray for stormy weather
To hide these tears I hope
you'll never see

Someday when my crying's done
I'm gonna wear a smile and
walk in the sun
I may be a fool
But till then, darling
you'll never see me complain
I'll do my crying in the rain

Since we're not together
I pray for stormy weather
To hide these tears I hope
you'll never see

Someday when my crying's done
I'm gonna wear a smile and
walk in the sun
I may be a fool
But till then, darling
you'll never see me complain
I'll do my crying in the rain

I'll do my crying in the rain
I'll do my crying in the rain

Minggu, 13 Juni 2010

Cerita Horror

Oke, kejadian ini berlangsung dua hari yang lalu. Setelah saya dan teman-teman saya (Kiki, Dhea, Redo, Bimbi, Astrid, dan Sidiq) usai menonton pembukaan piala dunia plus pertandingan pertama di kosan Redo. Sekitar jam dua belas malam, saya-kiki-dhea-astrid pulang nebeng pangeran Tuban yang menjemput putri Wonosobo-nya.

Setelah Kiki dan Astrid dipulangkan dengan selamat, kami segera menuju kosan Dhea di Kanayakan, yang merupakan TKP dari kisah ini.

Berhubung aselinya kosan dhea sebenernya dikunci jam 9 malem dan suasana kosan udah gelap gulita (ga ada yang nonton bola apa ya?), kita nungguin si dhea menghubungi bapak kosannya via telpon supaya si bapak keluar dan ngebukain pintu gerbang. Saya nunggu di dalam mobil, sementara Iki ikut keluar dan nunggu di depan gerbang bersama Dhea.

Eh tiba-tiba, saya ngedenger suara serak (seperti berdeham) agak keras yang saya kira berasal dari dalam kosan Dhea. Saya kira itu bapak kosan dhea yang lagi mau ngebuka pintu. Tapi ngelihat si Iki Sulaiman sampai terloncat dan ekspresi mukanya tiba-tiba horor gitu... saya langsung *deg*.

Bertanyalah saya pada dhea, "Dhe, itu bapak kosan lo bukan?"
Dan dhea pun menjawab, "Hah? Bapak kosan gw belom keluar Res. Emang ada apa?" waktu itu ternyata memang si bapak kosan belom turun ngebukain. Masih sepuluh menit kemudian sampai si bapak bener-bener keluar dari kosan. Dan dhea ga ngedenger apa-apa (padahal suaranya kenceng).

*SHOCK*

*SHOCK*

Sampai di mobil, si Iki langsung nanya "lo ngedenger juga ya res? tadi itu bener-bener suaranya kayak di deket telinga gw. sial, ternyata tadi ada bau2 busuk ternyata bukan bau busuk biasa".

*SHOCK*

*SHOCK*


Ah, mungkin emang suara si bapak kosan! :D *excuse*

Senin, 07 Juni 2010

Get to know yourself better

This is the result of personality test here. Well, I admit that 95% of the result truly reflects myself. I mark some points with italics and red color.

Your view on yourself:

You are intelligent, honest and sweet. You are friendly to everybody and don't like conflict. Because you're so cheerful and fun people are naturally attracted to you and like to talk to you.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You are a true romantic. When you are in love, you will do anything and everything to keep your love true.

Your readiness to commit to a relationship:

You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.

The seriousness of your love:

You like to flirt and behave seductively. The opposite sex finds this very attractive, and that's why you'll always have admirers hanging off your arms. But how serious are you about choosing someone to be in a relationship with?

Your views on education

Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

The right job for you:

You're a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you'll be set for life.

How do you view success:

You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.

What are you most afraid of:

You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel.

Who is your true self:

You are full of energy and confidence. You are unpredictable, with moods changing as quickly as an ocean. You might occasionally be calm and still, but never for long.

Sabtu, 05 Juni 2010

Birthday Blast!

Tanggal 3 Juni kemarin, akhirnya saya menginjak usia keramat 21 tahun. Selalu dan selalu, rasanya waktu berlalu dengan sangat cepat. I was a little girl with red hood and now I am twenty something. Yah, tapi sejujurnya, saya merasa biasa-biasa saja sih dengan bertambahnya usia. Saya lebih mikirin gimana ngebut tugas akhir yang sudah harus dikumpulin bulan depan -_-

Eh, tapi saya harus mengucapkan terimakasih untuk temen-temen saya yang udah bersusah payah ngasih surprise ke saya. Dua tahun berturut-turut dikasih surprise bener-bener bikin saya terharu lho. Hiks, sayang deh sama kalian semua :* Makasih juga untuk semua temen saya yang udah ngucapin selamat dan ngedoain saya :D

And by the way, I do really love the present! Ternyata pada merhatiin aja ya saya ga punya tas kuliah yang layak (beberapa bulan ini saya selalu pake goodie bag PGN kemana-mana sampe kucel gitu). Hehe, makasih banyak lho temen-temen, saya akan menjaga tas-nya baik-baik. Insya Allah, ga akan saya bikin jebol deh kayak tas-tas saya sebelumnya :p

Plus keesokan harinya, tanggal 4 Juni, nilai-nilai semester delapan keluar di internet. Kali ini, Allah yang ngasih kado buat saya. Alhamdulillah, ga nyangka nilai saya cukup memuaskan! Padahal setahun belakangan ini saya lagi ga bener-bener fokus ke akademik lho. Saya lagi asik-asiknya ikut kegiatan di unit dan himpunan, lagi seneng-senengnya main sama temen-temen :p

Alhamdulillah bangeeettttt!

Dan ini harapan saya untuk diri saya sendiri:

semoga Tugas Akhir lancar!! semoga saya bisa bersikap lebih dewasa :D

Kamis, 03 Juni 2010

Kisah Tentang Pewangi Kamar Mandi

Di negeri antah berantah, hiduplah seorang gadis lucu cute yang agak kurang peka dengan masalah pengurusan rumah tangga. Suatu hari, gadis itu membeli pewangi kamar mandi anti-ngengat (itu lho, tipe warna-warni yang bisa digantung) di sebuah pusat perbelanjaan ternama di Indonesia (fakta yang tidak penting). Selain pewangi kamar mandi, gadis itu juga membeli anti jamur dan bakteri lho..

Sesampainya di kosan, gadis yang semula hendak langsung membersihkan kamarnya itu tiba-tiba digoda oleh setan bernama internet. Jadilah gadis itu twitteran dulu, facebookan dulu, syalalala. Eh tau-tau udah jam 11an aja dan gadis itu baru teringat untuk mengganti pewangi kamar mandi yang lama dengan yang baru.

Setelah gadis loecoe itu membuka plastik pembungkus si anti-ngengat (baru tau istilah kerennya cellophane), si gadis langsung menuju kamar mandi untuk mandi. Eh salah, untuk menukar si pewangi yang lama.

Dan terkejutlah gadis lhoechoe itu! Ternyata pewangi kamar mandi lama yang sudah berbulan-bulan tergantung di kamar mandi plastik itu pembungkusnya belum terbuka!! Masih utuh seperti di toko.

~Tamat~

Rabu, 02 Juni 2010

Mon Lumiere

Perkenalkan, anggota baru dalam kehidupan saya:



Ya, akhirnya saya mewujudkan salah satu keinginan saya untuk memiliki compact digital camera. Dan karena saya hobi memberi nama gadget-gadget saya biar terkesan lucu dan imut (seperti yang punya), maka kali ini pun saya memutuskan untuk memberi nama: Lumiere. Panggilannya Lumi-chan (cute abis).

Lumiere sendiri artinya cahaya dalam bahasa Prancis. Eh tapi sebenarnya karena kamera Panasonic tipe FS42 ini makenya lensa Lumix sih, jadi saya sambung-sambungin aja jadi Lumiere. Spek-nya udah lumayan mangstab. 10 megapixel, 4x optical zoom, scene options, face detection, dan yang paling penting sih fitur stabilizer. Maklum, sering tremor kalo megang kamera. Dan karakter warna yang dihasilkan juga terang dan tajam. Sebagai kamera entry-level, Insya Allah cukup memuaskan (belom diutak-atik lagi sih).

Makasih bapak dan ibuku sayang (hehe.. iya, kamera ini hadiah dari orangtua saya)

Tunggu jepretan-jepretan eksotis saya di post-post berikutnya!

Senin, 17 Mei 2010

A Bus Trip to Home

Setelah cukup lama saya tidak pulang ke Cilegon, akhirnya kemarin saya memutuskan untuk kembali ke rumah. Jadwal UAS saya hanya di hari Kamis dan Jumat, jadi ada beberapa hari lowong dari Sabtu hingga Rabu. Tapi, karena Sabtu saya masih mengerjakan tugas International Business and Trade, jadi saya memilih hari minggu untuk cabut dari Bandung.

Tidak banyak yang saya bawa, hanya goodie bag hadiah field trip ke PGN yang saya isi dengan charger laptop, selembar baju, dompet, hand phone, dan beberapa lembar bahan ujian VCB plus tentu saja laptop saya tercinta, Dellino.

Sekitar jam delapan, saya sudah duduk manis di pangkalan bus damri di daerah Dipati Ukur. Lengkap dengan 'sarapan' french fries dan mcflurry (dibeli pake kupon gratisan dari temen). Tampak ramai di dekat Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Maklum, hari minggu pagi adalah hari di mana wilayah Gasibu dan sekitarnya menjadi pasar kaget yang menjual berbagai barang murah-meriah.

Setelah cukup sarat oleh penumpang, bus pun segera tancap gas. Saya buta peta, tapi setahu saya jalur bus ini melalui dago, daerah pasar baru, tegal lega, dan akhirnya sampailah saya di terminal bus Leuwi Panjang setelah kurang lebih setengah jam perjalanan. Oh iya, sekarang ongkosnya jadi Rp 2000 pas, padahal baru beberapa bulan yang lalu masih Rp 1800 (beda 200 doang sih, kondekturnya males juga kali ya harus nyiapin recehan kembalian terus)

Saya memang selalu pulang dengan bus jurusan Bandung-Merak (kalau ga bus Arimbi, Bima Suci, ya Armada Jaya Perkasa). Dulu pernah ada travel Bandung-Cilegon, tapi terakhir saya dengar mereka sudah tidak mengoperasikan jurusan itu lagi. Rugi kali ya. Kasihan mereka. Kasihan juga para penumpang yang ingin menghemat waktu perjalanan. Maklum, kalau naik travel waktu tempuhnya paling lama 4 jam sementara dengan bus waktu tempuhnya bisa sampai 6 jam.

Mengapa demikian? Pertama, di Leuwi Panjang, kita harus nunggu bus-nya sampai cukup penuh baru bisa berangkat. Kedua, kalau naik Arimbi atau Bima Suci, bus-nya harus lewat Tangerang dan berhenti di pool Cikokol (bisa sampai setengah jam lho). Terakhir, bus juga akan berhenti di Terminal Pakupatan Serang untuk nunggu penumpang lagi.

Kalau sedang tidak dikejar waktu, saya cukup menikmati perjalanan dengan bus. Murah (tiketnya 50 ribu, kalau pake travel bisa dua kali lipatnya) dan entah mengapa, saya lebih bisa tidur di bus daripada di travel. Lagipula, naik bus ngga perlu repot-repot mesen dulu: tinggal dateng, duduk, dan kondektur pun menagih uang tiket. Tapi, kalau lagi musim pulang kampung, saya pernah ngga dapet bus sampai jam 8.30 malam saking ramainya orang-orang. Sampai rumah jam 2 dini hari deh.

Biasanya saya tidur di sepanjang Cipularang. Melek-melek, eh udah di Jakarta aja. Abis itu, karena ngga ada kerjaan lain selain memandangi gedung-gedung, biasanya saya tidur lagi hingga lewat wilayah Jakarta. Barulah setelah mencapai limit alias udah ngga bisa tidur lagi, saya menyimak pemandangan di luar (btw, saya selalu memilih tempat duduk di deket jendela). Kadang saya juga suka ngobrol sama orang di sebelah saya. Biasanya sih tipe yang sering ngajak ngobrol adalah bapak-bapak tua yang kebanyakan menceritakan tentang masa muda dan anak-anak mereka yang sekarang sudah menjadi orang berhasil. Eh pernah juga lho saya disuruh ngejagain bayi lucu waktu sang ibu mau ngebeli makanan dulu di luar bus saat bus berhenti di pom bensin.

Ya, rasanya lebih banyak "kehidupan" yang bisa dilihat di bus serta kendaraan umum lainnya.

Dan selama ini aman-aman aja kok naik bus. Yang ngegangguin paling cuma alay-alay yang sok-sok ngajak kenalan. Tinggal didiemin dan dijutekin juga mereka bakal enyah sendiri. Malahan waktu naik travel, saya pernah digangguin bapak-bapak yang berkali-kali ngajak saya ikut ke rumahnya. Iyuuuhhhhhhhh!!

Begitulah, Alhamdulillah karena kemarin berangkat pagi, waktu tempuh saya cukup 5 jam saja. Tidak ada teman mengobrol sepanjang perjalanan dan yang saya lakukan hanya memperhatikan tetesan-tetesan air yang bergerak seperti kecebong di kaca jendela (serius, ini lucu dan menarik lho).

Tibalah saya di rumah dengan utuh, disambut dengan peluk cium oleh ayah dan ibu saya tercinta :)

NB: rumah saya letaknya di pinggir jalan raya yang dilewati bus, jadi setelah turun dari bus saya cukup berjalan kaki kurang dari 15 meter dan sampailah di gerbang rumah :)


Kamis, 13 Mei 2010

Fixing Up My Life

I want to fix my life up... upgrade it to have a better one

It's not that I'm not satisfied with my current life

I'm happy, very happy now

But, there are still many things I should repair about myself

And yeah.. I think I'm not fully grown up yet

I have many questions inside my head

But I know, the secrets won't revealed until the right time

Be patient, Arres... as your Mom always told you

While you were waiting for answers, there are two things that you have to do

Fix up your life, be a good person

Get closer to God, be grateful for His bless everyday

Sabtu, 24 April 2010

Open Your Eyes, Ears, Mind, and Heart

... then you'll learn many inspiring things everyday

semakin banyak kita mengenal orang, semakin banyak buku yang kita buka, semakin banyak tempat yang kita kunjungi... semakin kita mau membuka mata, telinga, hati, dan pikiran kita.. akan semakin banyak hal yang kita dapat.

hal-hal remeh yang menginspirasi

trivia-trivia menarik yang mengejutkan

makna di balik detail-detail

di balik kejadian-kejadian dalam hidup yang kita jalani.. well, there always something lies behind

untuk saya, hidup itu bukan sekedar puzzle yang harus disusun menjadi sebuah gambar besar

hidup itu seperti sebuah kotak yang sangat besar, kotak kejutan

Tuhan meletakan harta di dalamnya.. dan harta itu adalah pengalaman-pengalaman dari apa yang telah kita lalui.

Masa lalu, masa sekarang, masa depan... senang dan sedih... selalu ada harta karun di dalamnya: makna dan pelajaran

Begitulah, hidup adalah tumpukan harta yang penuh kejutan

Dan untuk setiap harta yang saya dapatkan.... saya hanya harus percaya bahwa harta yang diberikan Tuhan adalah harta yang paling berharga untuk saya. Begitu pula harta orang lain adalah yang terbaik untuk mereka.

Tinggal membuka mata, telinga, hati, dan pikiran... saat dunia kita semakin luas, semakin banyak harta yang bisa kita raih.

Amin


-- Arresty Wahyu Andhini, seorang wanita galau yang mendapat banyak harta berharga hari ini

Sabtu, 17 April 2010

Current Shoot


(Suasana di Indonesia Tenggelam saat wisudaan KMSR)


(Pohon Flamboyan di depan sekre PSTK)


(Tanah dan dedaunan kering)


(lampu dan langit)


(katanya ga bisa lulus tepat waktu kalau pake toga sebelum wisuda.. tapi emang SBM ga akan lulus bulan Juli kan? :p)


*Foto diambil dengan SE K800i (Sonya), diedit dengan Dell Inspiron Mini (Dellino)

Jumat, 16 April 2010

My Final Project

Kata dosen pembimbing, tugas akhir saya bisa-bisa akan sangat tebal

Apalagi kalau jangkauan wilayahnya Indonesia

Eksplorasi bencana-bencana alam yang berpotensi merusak aset

Cari data geologi, iklim, curah hujan, lalala

Analisa

Detail, detail, detail

Metode, metode, metode

Hitung, hitung, hitung

Risk identification, risk assessment, risk mitigation

Mau seberapa jauh bahasan saya?

Rabu, 14 April 2010

Top 10 Things That I Hate

Inspired by Gracia's blog (see the link on the right), I'd like to list 10 things that I hate the most (it's random ranks by the way. except for number 1):

  1. Miserable foolish man. I mean, someone who does not know how to treat a girl right. Even though she did mistakes, but a man should not say rude words to a girl and treat her very bad. Ever heard this quote? “Whatever you give a woman, she’s going to multiply. If you give her sperm, she’ll give you a baby. If you give her a house, she’ll give you a home. If you give her groceries, she’ll give you a meal. If you give her a smile, she’ll give you her heart. She multiplies and enlarges what is given to her. So - if you give her any crap, you will receive a ton of shit.” I'd like to stay away from this kind of man, please. Such a traumatic event.
  2. Queueing for a toilet and ATM. Hello, it's public facility right? Please think about people waiting behind you. I don't know about what people do inside the toilet box which take them that long (sometimes I thought they may hang themselves or just cut their artery) . And I don't like it when I see people are busy with their wallet or bags when they were inside the ATM box. Make sure that your card is in your wallet before you enter the box!
  3. Noise when I do my task. Particularly the high-frequency, wide amplitude sounds. Terribly annoying.
  4. Expensive restaurant with low service quality, unmannered waiter/waitress. It will be much worse if the taste of food was creepy. Never coming back into that kind of restaurant.
  5. The lecturers who cut students' break time with their long-unclear lecture. I feel that my right has been robbed. Especially the right to eat my breakfast or lunch peacefully.
  6. Big-mouthed person. No action, talk only.
  7. War. People kill each other. I don't know what shallow people thought when they could easily kill other person, the innocent ones. Especially for shallow thingy like money.
  8. People talking bad things about their own best friends behind their backs.
  9. Rude, disrespectful words (again!)
  10. People judge themselves too high. Confidence is a good thing but please listen and respect other people.

That's it :)

Selasa, 13 April 2010

Interesting Day :D

Well, saya merasa sore dan malam ini sangat interesting.

Dari pagi sih seperti biasa saya agak-agak nelat ke kantor (hari ini saya magang), mengerjakan tugas-tugas kuliah (tentu diselingi entertainment macam facebook, browsing tralala :p), dan sorenya saya janjian sama teman saya untuk nonton Alice in Wonderland.

Seluruh bioskop di Bandung udah ga ada yang muter, kecuali sebuah bioskop bernama Bioskop Nusantara di Gedung Palaguna... somewhere over the rainbow. Dengan rasa penasaran yang lebih tinggi terhadap bentuk bioskop tersebut ketimbang film-nya sendiri, akhirnya saya nekat-nekatin aja buat nyoba ke sana. Jam 5an saya dijemput di depan kantor dan langsung menuju TKP. Kata teman saya, Gedung Palaguna ada di sekitar alun-alun dekat Mesjid Agung. Dan berhubung teman saya ini cuma bawa satu helm, jadilah kita muter-muter nyari rute yang sepi polisi. Bandel :p

Btw, berhubung saya pake baju kantoran dan teman saya memakai jaket kampus, saya jadi merasa seperti tante-tante dengan brondong lho (walau wajah saya tetap imut sih)

Setengah jam kemudian kami sampai dan *jreng jreeengggg*

Gedung Palaguna ternyata adalah sebuah gedung terbengkalai, kusam, berkarat, dan sangat sepi. Elevator yang mati, toko-toko yang hanya tersisa plang-nya saja, pencahayaan yang temaram, debu debu dan debu... berasa di film horror banget deh. Hehe. Tapi dasar saya memang agak aneh kali yaa.. kok suasana kayak gitu bagi saya menarik banget. Memasuki gedung itu seperti berada di dunia yang berbeda dengan suasana luar gedung yang hiruk-pikuk.

Lalu, kami segera menuju ke bioskop Nusantara yang terletak di lantai tiga. Tepat di depan elevator, ada papan bertempelkan poster-poster film yang sedang diputar. Hmm.. sejujurnya melihat gedung yang seperti itu, saya sempat berpikir jangan-jangan film yang ditayangkan di sana adalah jenis film-film biru tahun 70an. Tapi ternyata film-film normal tuh. Ada Surrogate, Alice in Wonderland, dan dua film Indonesia (salah satunya film Jupe). Suasana bioskopnya sendiri malah lebih suram lagi. Loket-loketnya tutup dan suasanya lebih gelap dibanding di lantai bawah.

Saat kami sudah berpikiran bahwa bioskopnya tutup, tiba-tiba muncul seorang bapak-bapak ber-tato. Bapak itu menuntun kami menyusuri lorong-lorong gelap temaram (dan entah mengapa kami ngikut-ngikut aja). Serius deh, sebenarnya saat itu saya berpikiran bisa saja kami berdua dibunuh diam-diam di tempat sepi kayak gitu. Tapi syukur Alhamdulillah, ternyata bapak itu menuntun kami ke teater pemutaran film. Sayang, film yang diputar hanya Surrogate dan film-nya Jupe. Dan nampaknya tidak ada satu pun penonton hari itu. Sebenarnya saya masih agak penasaran sih sama suasana teaternya. Apakah ada tikusnya? Apakah ada jarum suntik berisi virus AIDS di kursinya? Hehe, siapa tau kan? Tapi akhirnya kita ga jadi nonton sih. Dan saya bisa melihat sedikit rona kekecewaan di dalam ekspresi bapak yang mengantar kami ke teater itu.

Saya dan teman saya lalu sedikit berkeliling di gedung itu. Well, ada suatu spot berupa dinding kaca di mana kami bisa melihat pemandangan mesjid Agung di senja hari. Cantiiiik. Mau foto-foto sih tapi takut yang kefoto malah yang 'lain'. Wkwkwk. Akhirnya saya mengambil foto mesjid dari depan gedung saja (Gedung Palaguna berhadapan langsung dengan Mesjid Agung). Dan ternyata, masih ada lho kehidupan di pertokoan tersebut. Masih ada beberapa toko yang menjual peralatan kosmetik, jaket kulit, dan batu-batuan seperti kecubung dan akik. Ada pula anak-anak kecil berlari-larian dengan riang di tengah kesenduan pertokoan itu...

Sebenarnya riwayat Gedung Palaguna itu cukup tragis. Menurut orang yang menjaga parkiran basement tempat teman saya memarkir motor, gedung itu dibuka tahun 1983 dan dulunya ramai sekali seperti antrian orang membeli karcis. Lama-lama, pengunjungnya semakin surut dan tempat itu menjadi terbengkalai seperti sekarang. Malah, dengar-dengar status gedung itu pun bermasalah. Sayang sekali, padahal letaknya cukup strategis di dekat alun-alun.

Yah begitulah. Sedikit menyedihkan untuk saya. Mungkinkah mall-mall seperti PVJ atau Ciwalk suatu saat akan bernasib nahas seperti Gedung Palaguna dengan Bioskop Nusantara-nya?

Sore itu pun kami tutup dengan makan malam di Cemar yang berlokasi di dekat stasiun (baru sekali itu saya makan di sana, gulai sapinya enak :D). Makan-makanan enak, ngobrol ngalor-ngidul di meja dengan pemandangan jalan raya dan lampu-lampu pertokoan, diakhiri dengan potongan cokelat... ngga tau ya, saya senang saja hari itu. Rasanya fun banget. Apalagi pulangnya teman saya mengabulkan permintaan saya untuk makan es krim dulu di Toko Rasa di Jalan Tamblong. Lengkap deh ada dessert yang manis segar.

Appetizer-nya tentu saja pengalaman menarik di Gedung Palaguna :)

*by the way, maaf saya ga nyebut nama teman saya itu karena takut menimbulkan fitnah hahaha.. pokoknya terimakasih banyak untuk teman saya nan ganteng (menjilat karena udah jalan-jalan seru :p)*



(poster film yang dipajang di depan elevator)


(ternyata di pintu masuk gedung ada papan yang bertuliskan keterangan film yang diputar hari itu: Surrogate dan Terekam-nya Jupe)

Senin, 05 April 2010

this is the last time

Well, finally I feel fine...

Itu yang saya rasakan sekitar dua bulan ini. Saya jarang sekali bertemu dengannya. Dan itu membuat perasaan saya lebih tertata.

... hingga tiba-tiba tadi saya merasa sangat sedih dan menangis diam-diam.

Entah mungkin karena faktor hormonal atau karena kemarin sudut mata saya bisa dengan mudah menangkap sosoknya di mana-mana... pikiran saya dipenuhi oleh asap tebal.

Once he said he won't apologize

Apakah memaafkan selalu berarti melupakan?

Saya tidak membencinya, tidak. Tidak pula memusuhinya. Saya selalu ingin kembali menjadi seorang teman

Yang saya benci adalah saat diam dan dingin yang terlalu lama, seperti masih ada masalah yang belum mencair

Tapi hati saya ternyata belum bisa melupakan rasa sakit, bahkan ketika keadaan sudah lebih baik

Saya selalu berusaha untuk menjadi kuat dan lebih kuat, seperti seorang pria yang tergila-gila membentuk otot. Saya belajar berpikir lebih rasional, dengan logika.. saya kapok terlalu menggunakan perasaan saya.

Sudah lebih dari cukup saya habiskan sebagian besar dari setengah tahun saya dengan menangis.

Dan apakah saya sudah memaafkan, jika ternyata saya belum bisa melupakan perasaan sakit ini?

Tapi, sekali lagi... apa yang saya maafkan jika dia saja tidak merasa perlu meminta maaf?

Mungkin memaafkan diri sendiri?

Marah, kesal, sedih... perasaan tak berharga, ketidakberdayaan....

Ah... dicintai sesaat hanya untuk menyadari bahwa apa yang telah ia tinggalkan ternyata jauh lebih berharga dari sekedar "saya"

Sombong, kamu selalu merasa bisa memiliki segalanya... tanpa pernah mempedulikan perasaan orang lain. Yang penting hanya kebahagiaan kamu. Dan kamu bilang aku yang egois.

Tapi kamu tidak salah, semua orang juga ingin bahagia.

Dan pada akhirnya, ini hanyalah tentang saya dan diri saya sendiri. Tentang saya yang berusaha menyembuhkan perasaan saya.

He has nothing to do with me... He's my past, I'm his past. Just it.

Hari ini 5 April 2010...

Suatu saat dia pernah berkata, wanita itu lebih sulit melupakan...

Di dalam kepala saya, ada dia yang mentertawakan saya dan berbangga pada dirinya.

Tapi ketahuilah.. ini bukan tentang cinta, mudah-mudahan ini hanya tentang rasa sakit

Ah, dia orang yang keras... mungkin dia akan marah andai ia membaca ini

Suatu saat ia pernah berkata bahwa ia bisa melakukan apa saja, bahkan hal yang sangat buruk sekalipun agar saya mau pergi--saya ingat bagaimana cara ia menatap saya saat mengatakan itu

Sekarang saya hanya berharap semoga Tuhan menjauhkannya dari saya... sejauh mungkin hingga saya tak perlu bertemu lagi dengannya. Itu lebih baik. Meski saya tahu, sedikit dari perasaan saya akan mencarinya.

Saya tidak membencinya. Tidak. Tidak bisa.

Saya hanya ingin ini menjadi yang terakhir kalinya saya menangis....



Update: Gosh, monthly syndrome always make me gloomy -_-

Kamis, 01 April 2010

Yesterday

Sebenarnya, hari kemarin itu baru lewat kurang lebih dua jam yang lalu sih. Yes, I write this post at 1.46 A.M :)

Cuma mau cerita aja, hari ini merasakan semacam "de javu" dari kejadian-kejadian tahun lalu.

Misalnya, tadi seperti biasa saya latihan menari untuk Tanggap Warsa (read my previous post) di CC Barat. Sama seperti tahun lalu, sedang ada penghitungan suara untuk Pemilihan Presiden KM ITB di dekat tempat saya berlatih. Dan tahun ini saya bertemu dengan seorang teman saya, yang tahun lalu pun saya temui di tempat penghitungan suara. Dan saya menawarkan tiket sendratari kepada teman saya itu, juga seperti yang saya lakukan tahun lalu. What a flashback.

Dan kejadian-kejadian seperti sekre yang ramai, tempel-menempel poster, dan segala kesibukan-kesibukan panitia.. it feels the same as I felt last year (but I don't think I'm the same person as I was last year).

That's true, people come and go. I didn't meet some people that I had worked with last year, but there are also more new people to fill the spaces.

But I know I will miss these moments someday.. so I decide to enjoy this and do my best :)




By the way, today is April Fool! :D

Rabu, 31 Maret 2010

La Vie en Rose

*Judulnya ngasal doang dan tak berkaitan dengan apa yang mau saya tulis*

Setelah saya perhatikan, ternyata kebanyakan postingan saya di blog ini panjang-panjang yaa..
Yes, it takes a lot of words for me to describe the stories, I love the writing process. But I don't know whether it was effective or not.
Padahal saya sendiri tipe yang males baca blog orang yang isinya panjang-panjang, kecuali emang kalau postingannya menarik. Hehe.

Karena itu, lain kali saya juga akan nge-post dengan kalimat yang ga panjang-panjang deh (kecuali kalau ceritanya memang panjang) :D

Senin, 29 Maret 2010

Random





I don't know.. sometimes I feel so random.
I want to cry but can't find the reason why I have to cry
I want to laugh but there's no such funny things to laugh at
My mind, my heart.. they're going somewhere
Hard to focus, unconsciously I trap myself inside this circle
That's why I need people around
They keep me staying on earth, they take over my vision
Even though I don't say anything at all.. me with my silent mouth
I don't know.. sometimes I miss my childhood
Call me spoiled, but I just want to hug my mother now
Tell her I did many mistakes, I worried many things on my future
And I know my mother will simply tell me "don't worry, everything will be okay"
Sometimes I feel alone when I enter my bed room
And find the wall hiding the sun behind
I want to make it fall into pieces
Shouting out my thoughts
Then I can run, run, run
But where do I go?
The blank point will still exist, no matter where I am...

I don't know, this 3-day nonstop headache has messed me up
.... or maybe I just forget to be thankful?

update : then everything's going fine after I eat a bowl of muntahu, practice for sendratari, and laugh. thanks God :)