Tampilkan postingan dengan label sbm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sbm. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juni 2010

Tour de Museum

Tersebutlah dua orang gadis sebaya. Yang satu berusia 21 tahun, berwajah eksotis, dan pecinta warna abu-abu. Sementara yang satu lagi adalah seorang gadis berwajah cute asal Wonosobo, berusia 19 tahun, dan pecinta warna pink. Dua orang teman sepermainan ini seharusnya mengerjakan sebuah tugas berat. Sebuah tugas yang merupakan puncak dari pendidikan mereka selama tiga tahun di perguruan bernama 工商管理学院.

Mereka harus pergi mengumpulkan data di sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Apa daya, dalam mengumpulkan data-data penting ini, banyak rintangan yang membentang.

Begitulah, setelah menemui kebuntuan, kedua gadis malang tersebut lalu pergi mencari ketenangan. Pergilah mereka ke sebuah bangunan tua yang didirikan pada tahun 1928. Nama gedung itu adalah Museum Geologi.



(tampak Museum ini ramai oleh bocah-bocah yang sedang berkarya wisata)

Jadi, apa aja sih yang ada di Museum Geologi Bandung?

(T-Rex and 19-year-old Princess of Wonosobo)

(Fosil binatang purba)

(Fosil makhluk laut)

(Fosil manusia purba)

(Batuan mineral)

(Museum Geologi awalnya bernama Geologisch Laboratorium)

Banyak ilmu pengetahuan yang bisa kita ambil dari wisata museum ini. Dari penjelasan tentang makhluk-makhluk purbakala, peta persebaran gunung api, daerah rawan gempa dan longsor, tayangan simulasi perubahan bentuk Indonesia sejak 50 juta tahun yang lalu hingga sekarang, bahan tambang dan mineral yang ada di Indonesia (sayang, saya tidak menemukan batu ruby dan emerald), proses pengeboran minyak, dan lain-lain yang menyangkut soal geologi. Saya dan Kiki (Sang Putri Wonosobo) rasanya seperti nostalgia kembali ke zaman study tour sekolah dulu (padahal sekarang udah mau lulus kuliah, AMIN).

Di sini saya juga baru tahu, ada pahlawan Indonesia yang bernama Arie Frederik Lasut yang berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan serta menyelamatkan dokumen-dokumen geologi dan pertambangan Indonesia. Ada juga penghargaan untuk seorang Belanda bernama Reinder Fennema yang telah membuat peta geologis Jawa-Sumatra.

Benda-benda di museum ini tertata dengan rapih dan tempatnya juga bersih. Museum Geologi juga dilengkapi dengan sebuah auditorium yang memutar film bertema Geologi (menarik lho filmnya; tentang masa lalu bumi). Tapi, kayaknya akan lebih menarik lagi sih kalo museumnya dibuat lebih atraktif seperti di film Night at The Museum :)

Overall, pergi ke museum itu seru dan menyenangkan! :D

FYI:
Museum Geologi ini buka setiap hari kecuali Jumat dan hari libur nasional. Masuknya juga gratis tis tis. Kalau mau naik angkot, bisa naik yang jurusan Caheum-Ledeng (biasanya sih saya naik dari gerbang belakang ITB).

*Kalau sempat, mampir juga ke Taman Lansia yang terletak persis di depan Museum Geologi*



It's such a relieve!

Sabtu, 05 Juni 2010

Birthday Blast!

Tanggal 3 Juni kemarin, akhirnya saya menginjak usia keramat 21 tahun. Selalu dan selalu, rasanya waktu berlalu dengan sangat cepat. I was a little girl with red hood and now I am twenty something. Yah, tapi sejujurnya, saya merasa biasa-biasa saja sih dengan bertambahnya usia. Saya lebih mikirin gimana ngebut tugas akhir yang sudah harus dikumpulin bulan depan -_-

Eh, tapi saya harus mengucapkan terimakasih untuk temen-temen saya yang udah bersusah payah ngasih surprise ke saya. Dua tahun berturut-turut dikasih surprise bener-bener bikin saya terharu lho. Hiks, sayang deh sama kalian semua :* Makasih juga untuk semua temen saya yang udah ngucapin selamat dan ngedoain saya :D

And by the way, I do really love the present! Ternyata pada merhatiin aja ya saya ga punya tas kuliah yang layak (beberapa bulan ini saya selalu pake goodie bag PGN kemana-mana sampe kucel gitu). Hehe, makasih banyak lho temen-temen, saya akan menjaga tas-nya baik-baik. Insya Allah, ga akan saya bikin jebol deh kayak tas-tas saya sebelumnya :p

Plus keesokan harinya, tanggal 4 Juni, nilai-nilai semester delapan keluar di internet. Kali ini, Allah yang ngasih kado buat saya. Alhamdulillah, ga nyangka nilai saya cukup memuaskan! Padahal setahun belakangan ini saya lagi ga bener-bener fokus ke akademik lho. Saya lagi asik-asiknya ikut kegiatan di unit dan himpunan, lagi seneng-senengnya main sama temen-temen :p

Alhamdulillah bangeeettttt!

Dan ini harapan saya untuk diri saya sendiri:

semoga Tugas Akhir lancar!! semoga saya bisa bersikap lebih dewasa :D

Senin, 10 Mei 2010

.... Tugas Oh Tugas

Walupun jiwaku tetap terluka
Hingga nyaris bunuh diri
Wanita mana yang sanggup hidup sendiri
Di dunia ini

Oke, ini jam setengah 3 pagi dan saya baru saja tiba di kosan dengan utuh. Alhamdulillah. Dan seriusan ya, selama tadi saya naek ojeg, lirik Sang Dewi di atas terus mengalun di telinga saya. Terutama bagian "hingga nyaris bunuh diri". Ga bercanda ini.

Begitulah, tiap deadline tugas besar rasanya selalu sama : D.I.E

Semester ini tugasnya membuat internship report dengan persyaratan minimal 168 halaman (macem-macem aja emang, lu pikir gw dewa bacot???). Di saat seperti itulah, fungsi Ctrl+C dan Ctrl+V ibarat Dewi Kwan Im yang datang ketika Biksu Tong, Kera Sakti, dkk membutuhkan pertolongan. Asal jangan lupa cantumin sources-nya ya.

Jadi, tugas saya sebenernya udah siap diprint dari jam 9 malem tadi. Langsung deh saya cabut ke Sultan Global (tempat ngeprint paling populer di kalangan mahasiswa-mahasiswi SBM: murah, terpercaya, dan bisa ditawar) dianter salah seorang temen PSTK saya yang secara tak terduga berbaik hati bersedia ngasih tebengan. Malang tak dapat diraih, mujur tak dapat ditolak... sampai di sana, ternyata data di flash disk saya ga kebaca dong. Gambar-gambarnya jadi ga muncul gitu. Hauuuuuukkk~~

Ya sudahlah, setelah menarik nafas panjang, saya memutuskan untuk balik lagi ke kosan. Eh, makan soto dulu ding, laper seharian ngurung diri tanpa cemilan. Sekalian ngobrol-ngorbol. Nyampe di kosan udah jam 10an aja. Dengan santai, saya lalu melengkapi attachment yang belum kelar. Dan ketika saya mau memeriksa data di flash disk yang harusnya saya print tadi.... JRENG JRENG datanya rusak dong. Tulisannya corrupted gitu!

Langsung lemaslah saya. Beneran deh. Saya nangis-nangis setengah meraung-raung. Apalagi karena saya tidak menyimpan back up data versi lengkapnya di laptop. Adanya data yang masih kurang 20 halaman lagi. Itu suram. Banget. Sambil berlinangan air mata, saya lalu berusaha melengkapi kembali data yang kurang-kurang itu. Dan jam telah menunjukan pukul setengah 12 malam.

Lalu, setengah masih ga percaya bahwa data saya rusak, saya lalu kembali membuka-buka flash disk saya lagi. Daaaannn.............

Ternyata saya tadi salah buka file!! Yang corrupted itu bukan data utama saya! Data benerannya masih selamat dan seutuh itu. Ini gara-gara saya lupa ngasih nama file-nya apa... hohoho. Aduh malunya sayaaaa, udah pake nangis-nangis suram segala pula.

Dan karena saya khawatir akan terjadi macem-macem lagi, saya memutuskan untuk ke Sultan Global saat itu juga. Jam setengah 1 pagi. Dengan harapan masih ada tukang ojeg yang begadang di pangkalan Alpina. Harapannya ga terkabul sih, jadi saya akhirnya jalan kaki sendirian di sepanjang jalan Cisitu (saya ga lewat Dago Asri karena saya ga hapal jalan.. hehe). Untungnya masih ada aja orang-orang keliaran jam segitu, jadi saya ga gitu ngerasa ngeri. Tapi tetep sih saya menghindar untuk melihat ke arah atas, takut ada putih-putih melayang.

Dan begitulah, saya tiba di Sultan Global dengan selamat, me-ngeprint dengan gemilang, lalu kembali lagi ke kosan. Alhamdulillah.

Ah, tapi besok pagi saya masih harus ke Telkom minta tanda tangan mentor dan ngambil daily report yang udah ditandatangani. Demi kecantikan dan kesegaran masa muda, saya tidur dulu yaa :D

Jumat, 07 Mei 2010

Current Condition

Yes, now I am zombie.... mayat hidup. Berdarah-darah. Haus akan darah. Grawwwwrrr...




Thanks assignments :)

Jumat, 16 April 2010

My Final Project

Kata dosen pembimbing, tugas akhir saya bisa-bisa akan sangat tebal

Apalagi kalau jangkauan wilayahnya Indonesia

Eksplorasi bencana-bencana alam yang berpotensi merusak aset

Cari data geologi, iklim, curah hujan, lalala

Analisa

Detail, detail, detail

Metode, metode, metode

Hitung, hitung, hitung

Risk identification, risk assessment, risk mitigation

Mau seberapa jauh bahasan saya?

Minggu, 28 Maret 2010

R-A-F-T-I-N-G


Rafting a.k.a arung jeram adalah salah satu *1000 things to do before I die* saya (walau belum saya tulis dalam post sebelumnya).

Dan, akhirnya kemarin saya berhasil mewujudkan keinginan saya itu (lihat foto saya, itu saya yang sempat-sempatnya membuat tanda peace di saat harusnya teriak-teriak).

Rafting ini sebenarnya adalah acara himpunan saya untuk seluruh angkatan SBM. Tapi yang akhirnya bisa ikut cuma sekitar 60an anak. Kita kumpul pagi-pagi di gerbang depan lalu menuju TKP dengan menumpang bis Patriot. Lokasi raftingnya di Sungai Palayangan, daerah wisata Situ Cileunca, Pangalengan. Kurang lebih sekitar satu jam setengah mendaki gunung lewati lembah sebelum akhirnya kita sampai di sana.

Saya pribadi merasa sangat excited. Tegang karena ga tau apa-apa tentang per-rafting-an sekaligus penasaran dengan sensasinya. Kata pemandunya, tingkat kesulitan di sungai ini adalah grade 3 (sebenarnya saya ga ngerti, tapi mari kita asumsikan bahwa angka itu cukup menunjukan tantangan). Kami semua di bagi dua kelompok: kelompok rafting I dan rafting II. Dan saya masuk kelompok I, yang berarti kelompok saya mendapat giliran rafting pertama sementara kelompok dua ber-flying fox dulu. Di kelompok satu ini juga dibagi menjadi 5 orang per perahu karet. Saya seperahu dengan Gracia, Bibil, Ashra, dan Luthfi. Pemandu kami namanya Pak Jeber.

Sebelum benar-benar nyemplung di sungai, kami semua diberikan instruksi keselamatan, mendayung dan memposisikan diri di Danau Cileunca. Setelah itu baru kami menuju TKP yang sesungguhnya yang berlokasi di seberang danau. Posisi saya di perahu karet adalah di bagian paling depan sebelah kanan. Dan Alhamdulillah, cuaca cukup cerah.

Menurut pemandu kami, ada beberapa jenis jeram di sungai ini. Ada jeram pembuka, jeram domba, jeram kecapi, de el el. Tak lama setelah perahu karet kami nyemplung di sungai, jeram pembuka langsung menyambut. Dan kami semua membalasnya dengan teriakkan HWAAA!!
Wow, seruuu!! Apalagi pemandangan kanan-kiri sungai dihiasi hutan pinus yang cantik. Air sungai yang dingin juga terasa segar sekali di kulit.

Tapi jeram pembuka masihlah awal dari jeram-jeram lain yang lebih deras dan curam Belum ada 15 menit, saya sudah menjatuhkan dayung saya. Soalnya saat itu perahu karet menabrak batu tepat di sebelah kanan saya dan reflek saya langsung menyelamatkan tangan kanan saya dengan melepas dayung dong. Hehe, panik juga sih. Dan semakin jauh, semakin banyak bebatuan besar pula. Perahu karet kami sampai berkali-kali nyangkut di batu.

Ketika kami diberi waktu beristirahat sejenak saat tiba di aliran sungai yang tenang, ketauan deh kalo perahu karet kami gembos di bagian belakang. Terpaksa, hanya boleh 4 orang termasuk pemandu yang menaiki kapal itu. Tersisalah saya, Gracia, Ashra, dan Pak Jeber. Yang lain pindah ke perahu karet lain. Perjalanan pun dilanjutkan kembali.

Dan, tidak ada pengalaman yang lebih mendebarkan daripada jatuh ke sungai! Dan jatuhnya pun bukan saat melewati jeram. Tapi ketika perahu karet kami menabrak perahu karet lain sehingga posisi perahu karet kami menjadi miring 90 derajat dan saya yang berada di ujung kanan mau ngga mau jatuh sendirian ke sungai. Sebelum jatuh, saya sempat berpegangan ke tali yang berada di perahu. Tapi arus deras yang mendorong saya terus-menerus dengan kencang plus saya ga bisa nafas karena sebagian wajah saya terendam air, membuat saya sempat berpikir untuk melepas tali. Tapi karena saya ga jago berenang, apalagi di arus deras, akhirnya saya tetap berpegangan.

Pemandu ga bisa langsung menyelamatkan saya, karena posisi perahu kami yang miring dan nyangkut di perahu lain. Saat posisi perahu berhasil kembali datar, perahu langsung terseret arus, dan saya yang masih megap-megap sempat menabrak batu di belakang saya. Saat jatuh itu, saya merasakan banget deh yang namanya ketidakberdayaan. Alhamdulillah, pada akhirnya saya berhasil diangkat kembali oleh Pak Jeber ke dalam perahu. Hanya sepatu saya yang hanyut dan punggung saya yang linu-linu. Plus saya menelan cukup banyak air saat terjatuh.

Dengan masih sedikit shock, saya kembali melanjutkan perjalanan menuju jeram-jeram lain. Dan ketika perjalanan hampir usai, saya dua kali dijatuhkan lagi dari perahu karet. Kalo kali ini sih sengaja oleh instrukturnya. Jadilah saya memegang rekor paling banyak jatuh ke sungai hari itu, walau tentu yang jatuh beneran itu yang paling mendebarkan.

Rafting kali itu memakan waktu total sekitar satu setengah jam. Setelahnya, giliran kelompok kami yang ber-flying fox membelah sungai. Ada 3 gaya. Gaya biasa (sambil berpegangan), gaya superman (you knowlah kayak gimana), dan gaya kalong (kepala dibalik). Kalo saya sih nyoba yang gaya superman. Cukup seru juga, berasa terbang beneran :)

Sekitar pukul 3 akhirnya acara ditutup. Harusnya sih masih ada acara penanaman pohon bersama, tapi berhubung tiba-tiba hujan deras banget akhirnya dibatalkan deh. Kami langsung pulang ke Bandung (dan karena sepanjang perjalanan banjir, kami baru tiba di Bandung jam 6).

Btw, thanks to Divisi Kesra KMSBM yang udah jadi event organizer. Yesterday was very very fun :)

Rabu, 03 Maret 2010

Reflection #1

Jadi, tadi saya membuka e-mail SBM saya dan menemukan sebuah artikel bagus yang dikirim oleh Pak Togar (beliau ini dosen mata kuliah operation). Inti artikel tersebut adalah mengenai seorang mantan karyawan Bank BCA yang beralih profesi menjadi entrepreneur.

Dalam artikelnya tersebut, beliau menceritakan bahwa ia beralih profesi menjadi entrepreneur bukan karena alasan-alasan semacam gaji karyawan yang dianggap kurang, dendam pada atasan, tidak ada pilihan lain, dan sebagainya seperti yang banyak digembor-gemborkan para entrepreneur sebagai alasan bagus untuk tidak menjadi karyawan.

Beliau justru sangat menikmati profesinya di bidang IT bank swasta tersebut.

Yang membuat beliau memilih keluar adalah sebuah alasan simpel bernama 'panggilan hati' yang membuatnya harus memilih diantara hobi yang selama ini ia jalani dengan pekerjaan yang ia lakoni. Tidak ada yang salah pada BCA, karir beliau pun cukup bagus.

Beliau tidak setuju mengenai anggapan bahwa "kalau mau cepat kaya jadilah entrepreneur, kalau mau miskin seumur hidup jadilah karyawan" karena rezeki masing-masing orang sudah diatur oleh Tuhan. Dan TUHAN, Yang Maha Kaya sama sekali tidak dapat diukur dengan “besar-kecilnya” gaji yang diperoleh oleh karyawan di perusahaan tempatnya bekerja, karena rejeki yang IA siapkan tidak terbatas bagi masing-masing orang.

Beliau juga menambahkan bahwa tidak ada alasan untuk tidak berbangga menjadi seorang karyawan/kaum profesional apalagi seorang karyawan yang sungguh-sungguh profesional. Dan sama sekali tidak ada alasan bagi kaum enterpreneur untuk membusungkan dada dan memandang rendah mereka yang berada di quadrant lain. Kaum entrepreneur pun sesungguhnya sangat membutuhkan bantuan dari para kaum professional dalam menjalankan bisnisnya.

Di akhir artikelnya, beliau juga menambahkan suatu nasehat bijak yang ia dapatkan dari seorang temannya:

“Yang jelas dimanapun kita berada dan apapun status kita, selalu berikan yang terbaik. Jika kita kebetulan sebagai karyawan, berikan yang terbaik dan berdoalah selalu bagi perusahaan tempat kita bekerja. Jika kita adalah enterpreneur, berikan yang terbaik untuk karyawan kita dan untuk client-client kita, maka rekaman-rekaman tak kasat mata dalam hidup ini akan mencatat secara sangat detail semua sumbangsih kita, kemudian menunggu waktu tepat untuk membalaskan kepada kita semuanya itu. Bukan berdasarkan golongan enterpreneur atau karyawan, tetapi seberapa tulus kita memberikan yang terbaik bagi kehidupan. Karena TUHAN pemilik kehidupan ini tidak pernah membiarkan diri-NYA berhutang kepada siapapun !”


Memang ya.. hidup pasti lebih indah jika kita pandai bersyukur dan mengarungi kehidupan yang sedang kita jalankan dengan sebaik-baiknya**

Senin, 01 Maret 2010

Suatu Kuliah di Pagi Hari :)

Ini cerita tentang salah satu kuliah gw di SBM, yaitu Religious Study alias pelajaran Agama. Beda dengan jurusan lain sesama ITB yang pelajaran agamanya benar-benar berdasarkan agama yang dianut, kalo di SBM pelajarannya jadi lebih general.
Maksudnya, kita lebih mempelajari tentang issue-issue yang berkaitan dengan masalah kepercayaan. Kayak tentang euthanasia, bunuh diri, dan lain-lain. Cukup menarik sebenernya kalo pelajarannya dibawa sesuai konteks.

Minggu lalu, kebetulan dosen tamu yang mengajar pelajaran ini. Dan karena gw terlambat 15 menit, gw ga tau namanya. But, he's Ph.D holder from university in Japan, so he must be very smart or something. Yah, pokoknya gw yang biasa males-malesan denger kuliah Religious Study (hehe), hari itu jadi cukup serius mendengarkan beliau berbicara (berhubung cara penyampaiannya juga bagus)

Ini poin-poin yang masih terngiang-ngiang di kepala gw (yang masih gw inget untuk dituangkan dalam blog ini plus gw tambahin opini pribadi tentu saja)


1. Pentingnya Mempercayai Tuhan

Seperti yang udah kita ketahui, Jepang yang merupakan salah satu Macan Asia, adalah sebuah negara yang maju nan kaya. Pendapatan per kapitanya termasuk yang paling tinggi se-Asia. Dan siapa yang ngga kenal produk Jepang macam Sony, Toyota, atau Honda?

Dosen gw cerita, para pekerja di Jepang itu masuk kantor jam 8 pagi dan pulang paling cepat jam 12 malam (ini mah namanya kerja rodi ya?). Tapi memang sih gajinya kalau dirupiahkan bisa sampai sekian ratus juta per bulan. Tapi, apa gunanya sih kalo punya uang banyak tapi ga punya waktu luang? Kapan menikmati uangnya? Mana tingkat persaingan di sana bisa dibilang cukup sangar pula.

Oleh karena itu tidak mengherankan tingkat depresi di Jepang bisa dibilang sangat tinggi. Kalo ga salah denger, bahkan angka bunuh diri di negara itu bisa mencapai 400 ribu orang (entah per bulan atau per tahun, gw lupa.. kayaknya sih per tahun). Kalo baca komik-komik samurai, memang bangsa Jepang ini punya budaya bunuh diri yang telah mengakar.. entah lewat seppuku atau harakiri, demi menjaga kehormatan mereka setelah melakukan kesalahan atau kegagalan (yah walau sumbernya dari komik, tapi cukup memberikan gambaran sepintaslah, secara orang Jepang kalo bikin komik juga pake referensi).

(Hmm... coba para koruptor di Indonesia punya rasa gengsi setinggi orang Jepang, mungkin tiap hari isinya berita bunuh diri terus :p)

Kata dosen gw itu lagi, andai bangsa Jepang lebih percaya kepada Tuhan, mungkin mereka ga akan semudah itu memilih jalan bunuh diri ketika mereka depresi atau melakukan kegagalan. Jika mereka percaya masih ada dunia lain setelah kematian, masih ada surga dan neraka, mungkin mereka ga akan segampang itu loncat dari atap gedung.

Mereka memang memiliki agama resmi sih, yaitu Shinto. Tapi kalo kata temen gw yang kakaknya kuliah di Jepang, Shinto itu sendiri lebih merupakan "budaya", bukan "agama". Budaya adalah hasil kreasi akal manusia, sementara agama berasal dari kekuatan lain Yang Maha Besar. Dan orang Jepang paling cuma ke kuil setiap tahun baru atau saat ada perayaan tertentu. Agama tidak menjadi landasan hidup mereka.

Padahal kan kalo kita punya agama kita bisa mengeluhkan segalanya pada Tuhan. Pada Allah SWT. Lagi depresi pun, kita selalu punya tempat mengadu dan bersandar sehingga kita ga perlu sampai putus asa dan bunuh diri segala. Meski wujud nyata-Nya tidak bisa dipertanyakan, keberadaan-Nya terasa di hati, lebih dekat daripada urat nadi.

(bersambung)

Minggu, 21 Februari 2010

yeah, I'm college student

Oke, jadi sekarang gw mau menceritakan kehidupan gw sebagai mahasiswi lugu di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, sebut saja namanya Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jadi di ITB ini, gw kuliah di Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) dengan major resmi Finance. Dan selama tiga tahun ini gw terdampar di Tutorial 3 C yang terkenal karena alien-alien planet pendidikannya. Tapi Alhamdulillah gw sangat senang berada di tutor ini karena anak-anaknya lawak semua (walau gw suka dibully-bully, huhu) dan seruuu abis. Tiap jalan sama mereka, kayaknya perut gw sakit terus karena kebanyakan ketawa akibat lawakan ekstrim mereka. Dan di SBM ini gw banyak belajar tentang "luasnya kehidupan manusia" (ini dalem banget lho maknanya).

Di sini gw juga ikut himpunan KMSBM yang saat ini masih berjuang membangun landasan yang kokoh untuk ke depannya (dan bulan depan gw lengser sebagai sekretaris). Gw berdoa semoga nantinya, himpunan kita semakin kuat dan keren! (oh iya, jaket himpunan gw keren juga lho!).

Well, kalo boleh jujur, di ITB sendiri image SBM agak-agak negatif sih berhubung bayarannya yang cukup mahal (buat ukuran gw sih mahal ya). Dikiranya anak-anak SBM sombong-sombong dan sok ekslusif semua, padahal ya belum tentu begitu. Jangan segampang itu menjudge sesuatu kalo belum tau yang sebenar-benarnya. Abis kebanyakan yg ngomong negatif tentang SBM adalah orang-orang yang ga tau apa-apa, punya temen di SBM pun tidak. Cuma denger cerita, terus langsung percaya aja. Sama aja kayak lo percaya sama infotainment yang suka lebay.

Banyak temen gw yang ikut organisasi-organisasi lain di luar SBM. Dan gw sendiri juga aktif ikut unit kebudayaan paling hip se-ITB, yakni Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa. Belom pernah kan lo semua ngeliat orang main karawitan sambil akrobat kayak di sirkus? Well, gw juga belom pernah liat tentu saja.

Di PSTK saat ini gw menjabat sebagai koordinator divisi kekeluargaan (btw 2 minggu lagi gw lengser.. ya ini tahun serba-lengser gw). Dan walau sudah dua tahun lebih terlibat dalam unit ini, kemampuan bahasa Jawa gw masih tahap culun. Tapi tentu saja berkat pesona gw, gw tetap bisa bergaul dengan baik di antara teman-teman PSTK. Bahkan sekre PSTK di Aula Timur udah berasa kediaman kedua selain kosan dan anak-anaknya udah gw anggap sebagai saudara sendiri yang gw sayangi.

Tapi berhubung gw udah tingkat akhir, frekuensi gw ke sekre semakin berkurang. Sekarang pikiran gw mostly lebih ke arah magang, tugas akhir, dan perakademikan lainnya. Cukup menekan.

Jadi semester ini gw magang di Telkom, besok memasuki minggu kelima. Gw masuk di direktorat Compliance and Risk Management, tepatnya di bagian Risk Assessment. Menarik sih, secara gw sangat berminat dengan bidang ilmu risk management (di Indonesia masih jarang lho). Mentor dan pengawas gw juga baik dan sangat membantu gw dalam membuat tugas akhir.

Btw, untuk sementara tugas akhir gw berjudul "Analyzing Disaster Risks in PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk". Keren kan? Keren dong!

Tapi tugas-tugas magangnya itu lhoo.. menekan. Di akhir semester ini anak-anak magang diwajibkan membuat sekitar 180 halaman laporan. Heuuu... Yasudahlah yaa, semoga saya bisa mengerjakannya dengan baik. 9 SKS gitu.. like die aja kalo dapet nilai jelek.

Oke, sekian dulu.. pegel kali tangan aku mengetik blog ini (dan perut laper membuat pikiran saya jadi siwer).