Minggu, 03 November 2013

Nightmares

Beberapa hari ini gw lagi sering mimpi buruk. Dalam semalam, bisa combo mimpi buruk-kebangun-tidur lagi-mimpi buruk lagi coba! Gini nih yang bikin ga seger dan bad mood di pagi hari #pukpuksuami

Setelah gw perhatiin, mimpi buruk yang paling sering gw alami ga jauh-jauh dari urusan deadline. Gw berkali-kali mimpi telat bangun pagi terus terlambat masuk kampus (iye, sampe sekarang juga gw masih mimpi dengan setting masa kuliah) dan kelas dikunci padahal lagi ada ujian penting. Atau contoh lain, semalam gw mimpi telat submit tugas kantor yang urgent karena nyari kado dulu buat suami gw ke mall (udah gitu kadonya ga dapet pula).

Mimpi kayak gini nih yang bikin jiwa gw ga tenang sekalipun fisik gw tidur cukup 6-8 jam sehari -_-

Minggu, 22 September 2013

Morning Romance

Pagi ini cerah. Saya dan suami pun memutuskan mencari sarapan di luar. Berbekal info dari seorang teman, akhirnya kami berlabuh di  sebuah warung nasi uduk yang terletak di depan rumah sakit tak jauh dari komplek perumahan tempat kami tinggal. Singkat ceritanya, untuk ukuran Balikpapan, nasi uduk yang kami santap cukup enak. Dua porsi nasi uduk dengan paru dan telur puyuh plus dua gelas teh manis hangat dan sebiji kerupuk seharga 35 ribu terhitung standar-lah di sini. Lalu kami pulang dengan kenyang, dan bahagia.

Iya, begitulah sedikit potongan kehidupan saya dan suami saya sehari-hari di Balikpapan.

Sudah hampir setahun kami menikah dan setiap hari rasanya seperti berulang-kali jatuh cinta pada pria yang sama. Yang pasti, tidak setiap saat hidup kami dipenuhi pelangi dan balon-balon ceria. Layaknya pasangan suami istri yang normal, kami pun banyak bertengkar. Tidak sekali-dua kali, tapi banyak. Namanya juga menyatukan dua pikiran dari dua orang dengan karakter yang cukup berkebalikan (meski tak sampai 180 derajat). Pagi kesal tak terperi, siang-nya sudah cinta lagi. Anggap saja bumbu-bumbu dalam berumahtangga  ya :)

Tapi saya bahagia. Dan sering saya katakan itu padanya. Tidak ada yang mengalahkan rasa nyaman ketika saya berada dalam pelukannya. Tenang, nyaman. Hingga nyaris tidak terdefinisikan lagi perasaan saya.

Dan siang ini, suami saya akan pergi ke lapangan. Meski sudah merupakan pekerjaan rutin suami saya untuk ke lapangan sekali-dua kali dalam sebulan, tetap saja rasanya sedih ketika saya ditinggal. Aneh ya, setahun lalu saya masih all by myself. Sekarang, kalau dia pergi, rasanya seperti kehilangan sebagian jiwa saya. Ada yang kurang. Huhu.

Suamiku, hati-hati di jalan. Semoga kerjaannya cepat beres dan cepat pulang!!

Rabu, 24 Juli 2013

Selamat Jalan....

Gw tau, yang namanya manusia itu ngga akan pernah lepas dari bayangan kematian. Gw tau ngga ada yang abadi di dunia ini, people just come and go. Beberapa pergi untuk selamanya. Mau guling-guling di atas beling kek, mao nangis sampe air mata habis, yang sudah "dipanggil" ga akan pernah kembali lagi.

Di tahun ini, gw kehilangan nenek kandung gw. Dan ini adalah pertamakalinya gw kehilangan anggota keluarga. Sampai hampir separuh tahun ini, gw sangat bersyukur gw masih punya kakek-nenek lengkap. Ga banyak yang seberuntung gw. Tapi apa boleh buat, kali ini gw dihadapkan kenyataan kalo pada waktunya, kematian akan memisahkan kita dengan manusia lainnya.

Di peti-nya, nenek gw tampak seperti sedang tidur nyenyak. Bibirnya terkatup rapat. Cantik sekali. Beliau ini dikenang sebagai wanita yang sangat baik, penuh empati terhadap orang lain dan anti membicarakan keburukan orang atau bergosip.

Beberapa bulan sebelum beliau meninggal, ada kejadian yang masih sangat berbekas di kepala gw.

Jadi waktu itu ada tante gw yang datang menjenguk dan membawakan bubur untuk nenek gw. Tante gw lalu bertanya: "enak kan buburnya?". Dan nenek gw mengiyakan sambil terus melahap makanan tersebut. Tapi ketika tante gw sudah pulang, nenek gw akhirnya berkata jujur kalau sebenarnya rasa bubur itu terlalu tajam untuk lidah tua-nya. Namun, berhubung ia tidak ingin menyakiti perasaan tante gw yang sudah repot-repot membawakannya, maka beliau memaksa diri untuk tetap memakannya.

Begitulah beliau, wanita tua yang sangat perhatian. Wanita tua yang meski sedang lemah terkulai di atas ranjang tidak pernah absen menanyakan apakah cucunya sudah makan atau belum.

Gw berada di sana ketika alat itu menunjukan detak jantung nenek gw yang semakin lemah. Ah betapa jarak kehidupan dan kematian rasanya hanya dipisahkan oleh waktu yang begitu tipis. Mengapa nafas itu harus berhenti? Aneh. Aneh sekali rasanya mendapati tubuh yang tadinya hidup lalu menjadi kehilangan ruh seperti itu. Hanya raga saja, tidak ada nafas lagi. Tidak ada mata yang terbuka kembali. Tidak ada gerakan. Tidak ada suara. Hanya tubuh yang diam. Sunyi. Senyap. Muram.

Namun demikian, berpisah dengan tubuh yang tak bernyawa pun terasa berat. Ketika peti itu dipaku, rasanya seperti benar-benar disadarkan bahwa gw tidak akan pernah bertemu nenek gw lagi di dunia ini.Gw liat kakek gw.. ah, tentunya lebih berat lagi untuknya kehilangan istri yang telah menemaninya selama 60 tahun lebih.

Begitupun ketika peti itu dikuburkan. Sekali lagi, rasanya gw telah kehilangan sesuatu yang amat besar. Gw ga akan pernah bertemu dengan nenek gw lagi di dunia yang fana ini. Ga akan bisa. Kematian adalah suatu perpisahan yang mutlak.

Teruntuk mbah uti tercinta, Febiola Rubinem Kusnadi, cucumu ini kangen....

Building Home

Alhamdulillah, we finally move to our new home in Balikpapan. It's not a grand luxurious house but I cannot be more grateful. After all, this is our first home as couple. This is where we will continue our fight in life together. This greyish white-painted house is just beautiful for both of us.

Actually, there are some parts that still need to be repaired here and there. We also haven't completely fulfilled the furniture yet because we, of course, prioritize buying stuffs that we need the most. So it's not 100% ready for living but as long as there are electricity, fresh water, comfy bed, and stove, we may happily survive.

Rabu, 17 Juli 2013

Rabbit's Tea Time

Since I always want to renew the shabby cushion in the living room, I have this plan to design my own cushion.

I come with some ideas in mind and eventually decide to use "tea time" mixed with "cute animal" theme. Yeah, I want to spread cuteness across my home. Makes me feel some years younger *cynical laugh*. Well I still do not know who could make customized cushion, but I'll find out soon.

Here's the first draft (I call it draft because the coloring is still messy and I'm not fully satisfied). I may create two more designs anyway.


Sweet Recipe - Days of Drawing Sweets

Because I really love drawing and I would like to enhance this skill by practicing more, I decide to create a drawing project by myself.

The theme is all about sweets -- obviously because I have this particular obsession for food which posesses beautiful and cute appearance. Sweets, though it could harm our teeth, is always decorated so nicely that sometimes all we want is just admiring it and taking shots.

For this project, I'll be using my coloring regimen which merely consists of watercolor and copic. I love transparent shades, that's why I will utilize both of them.

So here we go...